VIVAnews - Sedikitnya sudah 4.200 tentara Amerika Serikat yang tewas di Irak sejak Presiden George W. Bush memerintahkan operasi militer di negara Timur Tengah tersebut, Maret 2003. Demikian menurut data statistik yang dihimpun kantor berita Associated Press (AP), Minggu 16 November 2008.
Perhitungan tersebut termasuk delapan orang sipil yang bekerja di unit-unit militer AS yang turut tewas dalam peperangan. Statistik dari AP tersebut lebih besar dari yang dimiliki militer AS. Menurut pihak militer, sedikitnya 3.390 personil tewas akibat perang di Irak.
Bahkan jumlah yang dihimpun AP empat kali lebih banyak dari hitungan Departemen Pertahanan AS (Pentagon), yang terakhir kali diperbarui Jumat pekan lalu pukul 10.00 pagi waktu Washington DC.
Perang di Irak juga memakan korban dari negara-negara sekutu AS. Pihak militer Inggris melaporkan 176 personilnya. Italia menyebutkan 13 prajuritnya gugur. Begitu pula Ukraina (18), Polandia (21), Bulgaria (13), Spanyol (11), Denmark (7), El Salvador (5).
Selain itu Slovakia kehilangan nyawa 4 personil, diikuti oleh Latvia dan Georgia, masing-masing 3 orang. Estonia, Belanda, Thailand, dan Rumania, masing-masing dua, sedangkan Australia, Hungaria, Kazakhstan dan Korea Selatan masing-masing kehilangan nyawa seorang personil militer. (AP)