VIVAnews - Sebanyak 19 tahanan perempuan Palestina dibebaskan dari penjara Israel, Jumat 2 Oktober 2009. Kebebasan mereka ditukar dengan sebuah video yang membuktikan bahwa seorang prajurit Israel yang ditangkap kelompok Hamas pada Juni 2006, Gilad Shalit, masih hidup.
Pejabat pemerintah Israel mengatakan, sekitar 20 tahanan perempuan lain akan dibebaskan kemungkinan pekan depan.
Seperti dikutip dari laman stasiun televisi Al Jazeera, mereka yang dibebaskan diserahkan ke Palang Merah. Sebanyak 18 orang diberangkatkan ke Tepi Barat, dan satu orang lagi, Fatima al-Zeeq bersama bayinya yang berusia 18 bulan dikembalikan ke Gaza.
"Hari ini seperti sebuah pesta besar," kata Nisrin Hamdan, 26 tahun, saat menunggu di luar kamp militer Ofer bersama anak-anaknya. Mereka semua mengenakan T-shirts bergambar ibu Hamdan yang telah berusia 60 tahun. Ibu kandung Hamdan ditahan karena membantu seorang pelaku bom bunuh diri. "Ibu saya sudah tujuh tahun tidak bersama kami dan hari ini dia akan berada di rumah kami," kata Hamdan.
Video berdurasi satu menit yang menjadi alat tukar bagi pembebasan tahanan perempuan Palestina tersebut dikirim langsung ke anggota keluarga Shalit di Israel utara. Staf pemerintah Israel yang menyaksikan video tersebut mengatakan Shalit tampak sehat dan sadar.
Sekitar 9000 tahanan Palestina berada di balik penjara-penjara Israel. Organisasi Pembebasan Palestina, pemerintah Palestina, dan Hamas bersikeras tidak akan ada kesepakatan damai dengan Israel sebelum semua tahanan tersebut dibebaskan.