VIVAnews - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengeluarkan resolusi baru yang bertujuan menciptakan dunia bebas nuklir, Kamis 24 September 2009. Resolusi yang dirancang Amerika Serikat (AS) ini mendapat dukungan dari China, Rusia, dan negara-negara berkembang.
Resolusi tersebut berisi imbauan penghentian program senjata nuklir, penyebaran senjata nuklir, dan pengurangan resiko terorisme berbasis nuklir. "Resolusi yang baru disepakati ini merupakan bukti komitmen kami menuju dunia bebas nuklir," ujar Presiden Amerika Serikat, Barack Obama.
Obama juga mengatakan resolusi ini merupakan pijakan bagi Dewan untuk membuat kerangka kerja sama menghentikan pengembangan senjata nuklir. Obama membantah resolusi ini dibuat untuk menjatuhkan negara tertentu.
"Hukum internasional bukan hanya janji kosong dan perjanjian harus ditepati," ujar dia dalam pertemuan tingkat tinggi kelima sejak Dewan berdiri pada 1945 silam.
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyambut baik resolusi ini. Ban menilai resolusi merupakan langkah awal menuju masa depan yang lebih baik. Pendapat serupa juga diutarakan Presiden Rusia Dmitri Medvedev.
Medvedev mengungkapkan bahwa tujuan utama resolusi ini adalah untuk mengurai simpul yang menghalangi sejumlah negara memasuki meja diskusi untuk menghentikan pengembangan dan melucuti senjata nuklir mereka. "Ini karena tingkat ketidakpercayaan antarnegara masih tinggi," kata Medvedev.
(AP)