VIVAnews - Raksasa mesin pencari Google, digugat oleh sebuah bank di Amerika Serikat (AS). Persoalan dimulai pada Agustus lalu saat seorang nasabah Rocky Mountain Bank meminta seorang pegawai bank untuk mengirimkan sejumlah informasi mengenai pinjaman ke perwakilan nasabah tersebut. Sialnya, pegawai tersebut salah menuliskan alamat tujuan bagi surat elektronik (e-mail) yang menggunakan fasilitas Gmail milik Google.
Lebih parah lagi, pegawai itu juga menyertakan file yang seharusnya tidak boleh dikirimkan ke siapapun. Pasalnya, file tersebut memuat informasi rahasia 1.325 nasabah pribadi dan bisnis, termasuk nama, alamat, angka identifikasi pajak atau angka keselamatan sosial serta informasi pinjaman.
Saat pegawai itu menyadari kesalahannya, ia segera mengirim email kedua ke alamat yang sama untuk meminta si penerima menghapus email beserta attachment tanpa membuka atau membacanya. Pegawai itu juga meminta penerima untuk menghubunginya.
Seperti dikutip dari TG Daily, 24 September 2009, tidak ada hal buruk terjadi dan kini pihak bank menuntut Google untuk mengidentifikasi penerima email tersebut setelah Google mengatakan tidak bisa melakukannya tanpa perintah pengadilan. Namun, meski menerima perintah pengadilan, Google memiliki kebijakan untuk memberi notifikasi kepada pemegang akun dan memberi kesempatan bagi pemegang akun untuk merasa keberatan bila identitasnya diungkap.
Rocky Mountain Bank juga telah mengeluarkan mosi agar kasus ini dirahasiakan hingga pengadilan memutuskan apakah akan memaksa Google untuk mengungkap nama pemilik akun. Ini karena pihak bank tidak ingin para nasabah mengetahui tentang pelanggaran tersebut karena akan menimbulkan kepanikan. Namun hakim federal di San Jose, California, menolak permintaan bank untuk merahasiakan kasus ini.