Dunia

Berusia 82 tahun, Raja Thai Masuk Rumah Sakit

Suksesi dikhawatirkan tak mulus. Putra Mahkota Vajiralongkorn dinilai belum siap

Senin, 21 September 2009, 14:55 WIB
Karaniya Dharmasaputra
Raja Thai Bhumibol Adulyadej, Pangeran Vajiralongkorn, Ratu Sirikit (aftermathnews.com)

VIVAnews - Ratusan warga Thai terus berkerumun di depan RS Siriraj di tepi Sungai Chao Phraya sejak media setempat melaporkan Raja Bhumibol Adulyadej harus menjalani rawat-inap di situ sejak Sabtu (19/9). Bhumibol, yang Desember nanti akan berusia 82 tahun, dilaporkan menderita demam dan kelelahan yang amat sangat, demikian diumumkan Istana, hari Minggu kemarin. Bhumibol tercatat sebagai raja yang paling lama berkuasa dalam sejarah umat manusia.

Pernyataan yang dirilis Biro Rumah Tangga Kerajaan menyatakan Raja dilarikan ke Rumah Sakit Siriraj berdasarkan rekomendasi dari tim kedokteran. Juga dinyatakan, sementara tim dokter berupaya mendiagnosisnya apa penyakitnya, Raja yang telah kehilangan nafsu makannya itu dirawat dengan memberikan cairan glukosa dan antibiotik,

Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva menjelaskan kepada wartawan bahwa tim dokter menjelaskan tidak ada yang perlu dicemaskan dengan kesehatan Raja Bhumibol. Abhisit adalah satu dari sedikit tokoh yang menjenguk ke rumah sakit di hari Minggu untuk mendoakan pulihnya kesehatan Raja Bhumibol.

Kesehatan raja adalah isu yang sangat sensitif di Thailand sehubungan meningkatnya kekhawatiran bahwa proses suksesi tak akan berlangsung mulus. Pewaris tahta kerajaan Putra Mahkota Vajiralongkorn dinilai belum mewarisi reputasi dan otoritas moral dari ayahnya.

Pada Oktober 2007, Raja Bhumibol menderita gejala stroke ringan. Tahun lalu, dia tidak bisa menyampaikan pidato ulang tahun yang menurut tradisi selalu disampaikannya setiap tahun. Anak perempuannya, Putri Sirindhorn, ketika itu mengatakan Bhumibol dalam kondisi lemah dan menderita bronkitis dan penyakit paru-paru.

Raja merupakan suri teladan bagi kebanyakan warga Thai, tapi dalam beberapa tahun belakangan ini istana—untuk pertama kalinya—mendapat kritik diam-diam atas tuduhan terlalu dalamnya campur tangan para penasehat Raja dalam urusan politik, termasuk ikut bermain dalam kudeta militer tahun 2006 yang memberangus pemerintah yang terpilih secara demokratis.

Saat ini, diskusi terbuka tentang hal tersebut dilarang keras oleh undang-undang yang menetapkan bahwa kritik terhadap kerajaan bisa diganjar hukuman hingga 15 tahun penjara. Telah sejak pekan lalu digunjingkan bahwa Raja masuk rumah sakit. Namun pers Thailand baru melaporkan hal ini secara luas pada hari Minggu dan Senin ini  (sumber: AP dan nst.com).

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ