Dunia

AS Tutup Penjara Irak, Ribuan Tahanan Lepas

Namun pejabat Irak khawatir bahwa para tahanan yang dilepas kembali akan membuat kekacauan

Kamis, 17 September 2009, 09:22 WIB
Renne R.A Kawilarang
Para tahanan bersembahyang di penjara Kamp Bucca, Irak (AP Photo/Dusan Vranic)

VIVAnews - Militer Amerika Serikat menutup kompleks penjara terbesar di Irak, Rabu 16 September 2009. Penjara yang dikelola militer AS itu bernama Kamp Bucca dan terletak di gurun yang terpencil di Irak.

Penutupan penjara itu sesuai dengan kebijakan pemerintah AS yang melepas dan memindahkan ribuan tahanan dari Bucca ke penjara-penjara yang dikelola pemerintah Irak sebelum akhir tahun ini.  

Terletak di dekat perbatasan Kuwait, Kamp Bucca dalam beberapa tahun terakhir menjadi hunian bagi ribuan tahanan AS. Mereka diantaranya para pemberontak Sunni, kaum ekstremis Syiah dan para tersangka jaringan teroris al-Qaida yang ditangkap selama perang enam tahun AS di Irak.

Sementara itu, para pejabat Irak khawatir bahwa para tahanan yang dilepas dari Kamp Bucca kembali akan membuat kekacauan. Pengelola Kamp Bucca pun membenarkan kekhawatiran itu.

"Mereka telah dianggap sebagai ancaman yang paling berbahaya, tidak saja untuk Irak namun juga di tingkat manca negara," kata Letnan Kolonel Kenneth, komandan Kamp Bucca.

Namun, militer AS terpaksa menutup Kamp Bucca dan penjara-penjara lain di Irak demi mematuhi perjanjian keamanan, yang berlaku mulai Januari tahun depan. Dalam perjanjian itu, AS sepakat untuk mentransfer para tahanan ke otoritas berwenang Irak untuk diproses lebih lanjut atau dibebaskan.

Sebagian besar tahanan telah dilepas karena kurang bukti yang memberatkan mereka untuk diadili.

Selain itu militer AS pun enggan untuk menghadirkan sebagian tahanan sebagai saksi di pengadilan karena mereka dianggap sebagai sumber intelijen yang masih berguna. Sedangkan 1.400 tahanan telah ditransfer ke pihak berwenang di Irak. Pihak militer AS kini menahan sekitar 8.400 orang di Irak. (AP)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
abel
19/08/2010
yang membuat kekacauan bukan tahanan tapi tentara america sendiri
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ