Dunia

Pelempar Sepatu ke Bush Dibebaskan

Al-Zaidi sudah dipenjara sejak 14 Desember 2008 dan dijatuhi vonis tiga tahun penjara.

Selasa, 15 September 2009, 18:25 WIB
Arinto Tri Wibowo, Harriska Farida Adiati
George W. Bush setelah dilempar sepatu (kiri bawah) (AP Photo/Evan Vucci)

VIVAnews - Pria Irak pelempar sepatu ke mantan Presiden Amerika Serikat (AS) George W Bush tahun lalu, Muntadhar al-Zaidi, dibebaskan dari penjara, Selasa 15 September 2009.

Adik Al-Zaidi, Udey al-Zaidi, membenarkan pembebasan kakaknya yang sudah menjalani satu tahun penjara tersebut.

Seperti dikutip dari laman stasiun televisi CNN, menurut hukum Irak, pembebasan bersyarat dimungkinkan bila seorang narapidana yang berkelakuan baik telah menjalani tiga perempat hukuman.

Al-Zaidi sudah dipenjara sejak 14 Desember tahun lalu. Dia melemparkan sepatu ke Bush dan menyebutnya dengan kata-kata jorok dalam sebuah konferensi pers di Irak.

Bush sempat menunduk untuk menghindari lemparan sepatu tersebut dan tidak mengalami luka.

Jurnalis tersebut kemudian dipenjara atas tuduhan menghina kepala negara asing dalam sebuah kunjungan resmi di Irak.

Keluarga dan pendukung Al Zaidi sudah menunggu selama dua hari di luar penjara Baghdad, tempat Al Zaidi ditahan. Mereka berharap, dia akan dibebaskan Senin 14 September 2009, tetapi karena persoalan prosedur, Al Zaidi urung dibebaskan.

Al Zaidi sebenarnya dijatuhi vonis tiga tahun penjara. Tetapi pengadilan banding mengurangi hukumannya menjadi satu tahun penjara pada April 2009.

"Kami sangat senang, seperti keluarga tahanan lain yang akan merasa senang karena seorang putranya dibebaskan setelah menjalani hari-hari pahit di dalam penjara," kata saudara Al Zaidi, Dhirgham al-Zaidi.

"Ada kesempatan dan saya tidak melewatkannya," kata Al Zaidi kepada wartawan sesaat setelah dibebaskan.

"Saya bukan pahlawan dan saya mengakui itu," ujarnya. "Saya seorang yang berada dalam sebuah kondisi tertentu. Saya melihat negeri saya terbakar," ujarnya.

Segera setelah dibebaskan, jurnalis berusia 30 tahun tersebut menuju kantornya, stasiun televisi Al-Baghdadia. Al-Zaidi mengaku terpicu untuk melempar sepatu setelah menyaksikan invasi Amerika Serikat ke negaranya.

arinto.wibowo@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ