Dunia

Demo Anti Islamisasi, 10 Ditangkap di London

Kelompok "Stop Islamisasi Eropa" menentang pembangunan masjid di barat daya London.

Sabtu, 12 September 2009, 13:50 WIB
Arinto Tri Wibowo, Shinta Eka Puspasari
Demo di London untuk mendukung Palestina (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

VIVAnews - Sepuluh orang ditangkap setelah sebuah aksi unjuk rasa menentang pembangunan masjid di barat daya London berujung rusuh, Jumat 11 September 2009.

Menteri Kemasyarakatan dan Pemerintahan Daerah Inggris John Denham mengecam demo yang digelar kelompok ektrim anti-Islam, Liga Pertahanan Inggris (EDL), tersebut.

Denham mengatakan, demonstrasi EDL sengaja dilakukan untuk menyulut kekerasan. Kelompok militan ini kerap terlibat dalam sejumlah kerusuhan di Birmingham.

"Saya yakin EDL bukan kelompok besar. Namun, beberapa di antara mereka sangat mengerti apa yang mereka lakukan," kata Denham kepada BBC di London, Sabtu 12 September 2009.

"Jika menelaah tipe demonstrasi, bahasa dan target yang mereka pilih jelas untuk menciptakan strategi untuk memprovokasi, mendapat respons dan menciptakan kekerasan," ujar dia.

Lebih dari seribu orang yang tergabung dalam kelompok "Stop Islamisasi Eropa," salah satu bagian dari jaringan EDL, berkumpul di luar Masjid Raya Harrow. Para demonstran menyatakan mereka menggelar aksi itu untuk menentang pembangunan masjid lima lantai di sebelah Masjid Raya Harrow.

Kelompok muslim setempat dan anggota serikat antifasis menghadang pengunjuk rasa dan menyatakan akan mempertahankan masjid.

Kekacauan terjadi ketika polisi berusaha menghentikan konfrontasi antara dua kelompok. Bahkan, beberapa batu bata, botol, dan petasan dilemparkan ke arah polisi.

Sembilan orang ditangkap karena membawa senjata seperti palu, pahat, dan botol berisi cairan pemutih. Seorang lainnya ditahan untuk mencegah kekerasan lebih lanjut, meski segera dibebaskan.

Denham mengajak koleganya dalam pemerintahan untuk memastikan kejadian serupa tidak terjadi lagi. Namun, Denham mengimbau untuk menghindari penyelesaian masalah melalui konfrontasi reaksioner.

Sementara itu, EDL diketahui telah merancang sejumlah aksi anti-Islam lain di Manchester, Leeds, dan Luton selama beberapa pekan mendatang.

EDL juga diduga sudah mengundang ratusan pendukung mereka untuk datang ke Lapangan Trafalgar, Minggu 12 September 2009.

Departemen Kemasyarakatan menyatakan, komentar Denham merupakan awal upaya memangkas perkembangan ekstremis sayap kanan.

Kampanye akan digelar sepanjang musim gugur untuk menghapus rasa alienasi dan kurang perhatian yang dirasakan sejumlah pihak.

Pemerintah akan berupaya meningkatkan rasa memiliki dalam sebuah lingkungan dan memahami penyebab masyarakat merasa diabaikan.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
shaggy
04/04/2010
Coba berkaca diri.... Negara tercinta kita 'Indonesia', mau dirikan Gereja aja susah bener.... boro boro dirikan Gereja.... minta ijin aja ga pernah di beri...... demokratis????
Balas   • Laporkan
jatnika
04/04/2010
@raditya anda hrs tahu diri,bukanya dilarang tapi masa bangun gereja di tengah tengah kaum muslim.klo bangunnya di tengah2 org kristen bodo amat ,mau bikin seribu keq.
Balas   • Laporkan
cinta damai
23/12/2009
liat di aceh, mayoritas islam, kel minoritas di diskriminasi, kena tsunami, di padang pariaman, dilarang mendirikan gereja, kena gempa sumbar 30 sep 2009,, itu membuktikan,, kita harus saling toleransi antar agama,, peace
Balas   • Laporkan
Heri
24/10/2009
@ Timur Tengah akan damai kalau penjajah Amerika dan konco2nya tindak menjajah lalu bikin negara Israel dg merampas daerah sana, Dan gereja tidak pernah dihambat kecuali jika dibikin tanpa ijin dan tanpa penganut Kristen di daerah bersangkutan ... camka
Balas   • Laporkan
Wong bagus
19/10/2009
@raditya. Buta? Sampeyan sepertinya lebih buta ya, coba perhatikan siapa yang bikin konflik berdarah-darah di timur tengah? orang yahudikah atau nasrani dari kalangan israel dan orang barat macam USA, inggris, dan kroco2nya. Gereja dihambat?? mana buktiny
Balas   • Laporkan
kalem
16/09/2009
@Raditya: Timur Tengah yg bikin perang itu amerika dan NATO... irak di tuduh punya senjata pemusnah masal buktinya hanya karangan saja untuk legalitas perang..
Balas   • Laporkan
arief
14/09/2009
Dimanapun, negara dan agama apapun, yang namanya fundamentalisme itu ada. Termasuk Inggris. Ini membuka mata kita, persoalan fundamentalisme bukan hanya masalah negara dunia III atau negara muslim semata.
Balas   • Laporkan
Gemblunk
13/09/2009
ada ga peraturan utk mo bangun t4 ibadah ? klo ada tp merasa dirugikan yaaaa protes aja peraturan minta direvisi.......gitu aja koq repot Itukhan ciri demokratis........
Balas   • Laporkan
alex
13/09/2009
ah, gak enak ah kalo ad bangunan religius dekat2 tempat tinggal, ribut x suara triak2 nya ntar. please deh ah. @ sunny : kasih sayang dan rahmat ap? yg dibungkus pake bahan peledak y?
Balas   • Laporkan
yoga
13/09/2009
islam itu agama cinta damai bung? islam is love piss...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ