Dunia

Tuntaskan 9/11, Tantangan Bagi Obama

Terorisme merupakan salah satu tantangan terberat Obama.

Sabtu, 12 September 2009, 00:00 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Ferial
Barack Obama (AP Photo)

VIVAnews - Presiden Amerika Serikat Barack Obama akan mengunjungi gedung Pentagon guna memperingati delapan tahun tragedi World Trade Centre (WTC). Terorisme dinilai sebagai salah satu tantangan terberat Obama.

Seperti dikutip VIVAnews.com dari Associated Press (AP) disana Obama akan memperingati tragedi berdarah itu dengan keluarga korban. Sehari sebelum memperingati delapan tahun tragedi tersebut Obama berjanji akan menangkap otak dari peristiwa keji tersebut guna mencari keadilan bagi korban tewas serta menjaga keamanan nasional Amerika dari ancaman serupa pada masa datang.

Mantan Penasihat Presiden George W Bush bidang kebijakan luar negeri Juan Zarate mengatakan menuntaskan kasus serangan WTC merupakan tantangan bagi Presiden Obama. Pasalnya, sejak kejadian tragedi WTC 2001 lalu, Amerika selalu diliputi rasa kekhawatiran akan ancaman terorisme. Akibatnya, kata dia, secara perlahan banyak penduduk Amerika yang pindah.

“Mereka khawatir tentang ekonomi, perawatan kesehatan dan pengangguran,”kata dia.

Menurut dia, dari hasil jajak pendapat menunjukkan harapan masyarakat terhadap presiden Amerika terpilih dapat membawa harapan baru bagi warga Amerika serta harapan tinggi dapat bertindak tegas kepada pelaku terorisme dan memberikan keamanan kepada warga negara nya.

“Jadi, tantangan Obama adalah memusatkan perhatian pada terorisme bahkan saat dia terlibat dalam upaya bersejarah bangsa merestrukturisasi sistem perawatan kesehatan dan bekerja memulihkan kembali kondisi perekonomian Amerika,”tuturnya.

Sementara itu, ahli kebijakan luar negeri dari Brookings Intitution Michael O'Hanlon menuturkan suatu kesalahan jika tolak ukur keberhasilan Obama dalam memerangi terorisme adalah Irak dan Afghanistan.

“Seorang Presiden juga harus berusaha untuk mempromosikan keamanan di garis belakang, bekerjasama dengan para mitra di negara-negara lain, dan mengadakan perjuangan yang lebih luas untuk meredakan kebencian dan ekstremisme terorisme secara global, kata dia.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ