Dunia

Tragedi 11 September 2001

Penabrakan dua pesawat bajakan ke menara kembar WTC menjadi simbol perang atas terorisme

Jum'at, 11 September 2009, 01:43 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
Menara Kembar World Trade Center di New York setelah diserang teroris  

VIVAnews - Pada 11 September 2001, kelompok teroris al-Qaeda menyerang Amerika Serikat (AS) dengan cara yang sangat memilukan. Tepat pukul 8.45 pagi waktu New York, hari Selasa, 11 September 2009, pesawat Boeing 767 milik maskapai American Airlines menghantam menara utara gedung World Trade Center di New York City, Amerika Serikat (AS).

Laman The History Channel mengungkapkan bahwa insiden itu menyebabkan lubang besar di sekitar lantai 80 gedung pencakar langit dengan 110 lantai tersebut. Ratusan orang tewas seketika.

Saat evakuasi tengah berlangsung, pesawat kedua, Boeing 767 milik United Airlines dengan nomor penerbangan 175, muncul di langit, berbelok tajam mengarah ke World Trade Center, dan menghantam menara selatan WTC di sekitar lantai 60. Tabrakan itu menyebabkan ledakan hebat. Reruntuhan bangunan berjatuhan ke gedung-gedung sekitarnya dan jalanan di bawahnya.

Saat jutaan orang menyaksikan peristiwa memilukan di New York, sebuah pesawat milik American Airlines dengan nomor penerbangan 77 berputar mengarah ke Washington dan menabrak sisi timur gedung kantor pusat Pentagon, pukul 9.45 waktu Washington.

Bahan bakar pesawat jet menyebabkan kobaran api hebat. Sebanyak 125 personel militer dan warga sipil tewas di Pentagon bersama 64 orang di dalam pesawat.

Jumlah korban di World Trade Center dan sekitarnya mendekati 4.000 orang, termasuk 343 petugas pemadam kebakaran dan 23 personel kepolisian yang berusaha mengevakuasi dan menyelamatkan para pegawai yang terjebak di lantai atas. Hanya enam orang di menara WTC yang selamat tanpa luka. Sebanyak 10.000 orang lainnya mengalami luka-luka, sebagian besar menderita luka parah.

Sebanyak 19 pelaku adalah teroris dari Arab Saudi dan beberapa negara Arab lain. Mereka dibiayai organisasi teroris milik Osama bin Laden, Al Qaeda. Beberapa teroris sudah tinggal di AS lebih dari satu tahun dan mempelajari cara menerbangkan pesawat di sekolah penerbangan komersial Amerika. Pelaku lain menyusup ke AS beberapa bulan sebelum 11 September.

Sementara itu, pesawat keempat milik United dengan nomor penerbangan 93 dibajak sekitar 40 menit setelah meninggalkan Bandara Internasional Newark di New Jersey. Karena penerbangan sempat tertunda, penumpang pesawat telah mengetahui kejadian di New York dan Washington melalui telepon selular dab panggilan Airfone ke darat. Mengetahui kalau pesawat tidak kembali ke bandara, sekelompok penumpang dan pramugari berencana melakukan perlawanan.

Mereka melawan empat pembajak yang sudah mengambil alih kokpit. Dengan kecepatan tinggi, pesawat jatuh ke wilayah pemukiman di barat Pennsylvania pukul 10.10 pagi. Semua 45 penumpang tewas.

Target tabrakan tidak diketahui, tetapi Gedung Putih, U.S. Capitol, dan kamp peristirahatan presiden Camp David di Maryland, serta satu dari beberapa pabrik nuklir di wilayah timur AS, diduga dijadikan sasaran pembajak.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
dwi
11/09/2009
koreksi thn kejadian 2001
Balas   • Laporkan
mam
11/09/2009
Hehehe, itu berita dari satu sisi saja yaitu sisi pemerintah AS, belum ada bukti bahwa Osama dan Al Qaeda yg melakukan itu semua, ...bayangkan saja setelah beberapa menit menara ditabrak George Bush langsung menuduh Osama dalangnya. Dan pemerintah AS sela
Balas   • Laporkan
mam
11/09/2009
Hehehe, itu berita dari satu sisi saja yaitu sisi pemerintah AS, belum ada bukti bahwa Osama dan Al Qaeda yg melakukan itu semua, ...bayangkan saja setelah beberapa menit menara ditabrak George Bush langsung menuduh Osama dalangnya. Dan pemerintah AS sela
Balas   • Laporkan
abi
11/09/2009
klu kasi berita jgn pakai dugaan donk, di pastikan dulu kebenaranx! inikan konspirasi besar yahudi, kejahatan negara thdp rakyat. jd be profesional donk...ah
Balas   • Laporkan
Iduy
11/09/2009
Wah ini wartawannya berbau SARA nih.. Media jangan makin meanambah stigma yg salah pada pembaca donk!
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ