Dunia
Konflik di Timur Tengah

Hamas: Arab Jangan Terjerat Proposal Israel

Negeri Zionis itu dinilai tengah berupaya menghindari tekanan dari Amerika Serikat

Senin, 7 September 2009, 13:27 WIB
Renne R.A Kawilarang, Shinta Eka Puspasari
Khaled Mashaal (AP Photo)

VIVAnews - Pemimpin kelompok perjuangan Hamas, Khalid Mashaal, memperingatkan negara-negara Arab agar tidak termakan proposal yang diajukan Israel. Negara Zionis itu berjanji akan menunda perluasan pembangunan jika negara-negara Arab bersedia menormalisasi hubungan.

"Proposal ini berbahaya, saya memandangnya sebagai upaya menghindari tuntutan Amerika Serikat (AS)," kata Mashaal di Kairo, Mesir, Minggu 6 September 2009, seperti dikutip laman Voice of America.

AS di bawah pemerintahan presiden Barack Obama meminta Israel menghentikan seluruh pendudukan dan pembangunan di Yerusalem dan Tepi Barat. Mashaal menyambut baik permintaan Obama ini namun Mashaal menyatakan menunggu langkah konkret menuju proses perdamaian.

Menurut Mashaal, saat ini telah muncul konsensus yang menyatakan rekonsiliasi adalah satu-satunya jalan menuju perdamaian. Namun Mashaal menilai rekonsiliasi itu justru dimanfaatkan untuk menyingkirkan Hamas.

"Tidak ada pemilihan presiden atau anggota legislatif yang dapat dilakukan kecuali mereka menyetujui rekonsiliasi, yang nyatanya tidak mengikutsertakan Gaza dan hanya dilaksanakan di Tepi Barat," tutur Mashaal.

Mashaal mengunjungi Kairo untuk membicarakan pertukaran tahanan Israel dengan Hamas. Hamas meminta pembebasan ratusan tahanan Palestina di Israel sebagai penukar tentara Israel Gilad Schalit yang ditangkap pada 2006 silam. Mashaal mengaku pembicaraan yang dimediasi Jerman ini semakin berkembang. "Namun jalan menuju kesepakatan masih panjang," kata dia.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ