VIVAnews - Pemerintah Sri Lanka mengusir juru bicara Badan Perserikatan Bangsa-bangsa Urusan Anak-anak (UNICEF), James Elder. Pasalnya, pemerintah curiga Elder selama ini menyebarkan propaganda mendukung kelompok separatis Macan Tamil (LTTE).
"UNICEF membantah tuduhan itu dan akan mengadakan pertemuan dengan pemerintah Sri Lanka, Senin (7/9). Kami berharap Elder bisa tetap berada dalam Sri Lanka," kata juru bicara UNICEF untuk Asia Selatan, Sarah Crowe kepada stasiun televisi CNN.
Crowe mengatakan Elder memang sering menyatakan kepedulian UNICEF mengenai anak-anak yang terperangkap di tengah perang saudara di Sri Lanka. UNICEF, melalui Elder, juga kerap mengungkapkan kekhawatiran mengenai situasi yang dialami anak-anak di kamp pengungsian.
"Selama ini James selalu menyampaikan suara UNICEF tentang perempuan dan anak-anak. Kami ingin dia tetap berada di Sri Lanka," kata Crowe. Crowe menambahkan bahwa UNICEF akan berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan Elder.
Belum ada keterangan mengenai status Elder dari pemerintah Sri Lanka.
Tahun ini, militer telah berhasil menumpas gerilyawan Macan Tamil yang telah berjuang untuk mendirikan negara sendiri sejak Juli 1983. Setidaknya 70 ribu orang tewas dalam perang sipil ini.