VIVAnews - Indeks harga saham di bursa efek Athena, Yunani, ditutup melemah pada sesi transaksi Rabu tengah hari waktu setempat, Rabu, 2 September 2009. Namun, transaksi berjalan normal meski gedung bursa efek diguncang bom pada Rabu pagi.
Seperti dikutip dari laman harian The Wall Street Journal, pada pukul 09.52 GMT, indeks harga saham Athena turun 1,7 persen ke posisi 2.468,2 poin, naik dari sebelumnya. Penurunan indeks juga terjadi di sejumlah bursa Eropa.
Pada Rabu pagi waktu setempat, bom mobil meledak di dalam tempat parkir mobil. Ledakan merusak bangunan dan menghancurkan enam kendaraan lain. Seorang perempuan terluka akibat terkena pecahan kaca dan lalu lintas terhenti selama lebih dari satu jam.
Meski terjadi ledakan, analis mengatakan, pasar terutama berekasi pada pelemahan indeks di bursa Wall Street, Amerika Serikat (AS) kemarin. Prospek pemilihan umum Yunani, kemungkinan paling cepat bulan depan, juga semakin membebani sentimen investor.
Selain peristiwa bom di bursa efek, ledakan kedua juga terjadi di kota Thessaloniki, hanya beberapa hari sebelum Perdana Menteri Costas Karamanlis direncanakan akan memberikan pidato penting mengenai ekonomi.
Belum jelas siapa pihak yang bertanggung jawab atas dua ledakan bom tersebut, tetapi bangunan pemerintah dan bisnis sering dijadikan target ledakan oleh berbagai kelompok anarkis.
antique.putra@vivanews.com