Dunia
Tradisi Buka Puasa di Gedung Putih

Beginilah Bedanya Pesan Iftar Obama dan Bush

Bush memuji umat Muslim berperang, Obama justru menekankan perdamaian dan toleransi

Rabu, 2 September 2009, 14:21 WIB
Renne R.A Kawilarang
Barack Obama dan George W. Bush (AP Photo/Charles Dharapak)

VIVAnews - Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, berjanji melestarikan acara buka puasa bersama (Iftar) yang telah dirintis pendahulunya, George W. Bush, dengan para tokoh Muslim dan para diplomat negara sahabat di Gedung Putih. Namun, bukan berarti Obama meniru pendekatan dan tutur kata ala Bush.

Acara Iftar yang berlangsung Selasa malam, 1 September 2009 waktu Washington DC (Rabu pagi WIB), merupakan pengalaman pertama bagi Obama, yang baru dilantik menjadi presiden Januari lalu. Seperti yang biasa dilakukan Bush selama delapan tahun, Obama memanfaatkan acara ini untuk menyampaikan sikap dan pesan dari pemerintah AS kepada umat Muslim.

Namun, sejumlah media di AS mencatat bahwa Obama menyampaikan pesan yang berbeda dengan yang pernah diucapkan Bush ketika berpidato menyambut Iftar. Perbedaan terbesar adalah Bush selalu menyampaikan pentingnya dukungan umat Muslim dalam perang melawan terorisme. Maklum, Bush pertama kali menggelar Iftar hanya beberapa pekan setelah Serangan Teroris 11 September 2001, yang sempat memperuncing hubungan antara Barat dengan Islam.

Pendekatan keamanan dan perang melawan terorisme selalu menjadi pesan inti bagi Bush kepada umat Muslim, baik secara terang-terangan maupun secara tersirat. 

"Kita tengah membantu rakyat Irak Afganistan untuk membangun masyarakat yang bebas setelah bertahun-tahun dalam tirani. Selama bulan yang sarat dengan refleksi ini, kita akan mengingat semua Muslim Amerika yang mengenakan seragam angkatan bersenjata Amerika Serikat. Mereka mewakili yang terbaik dari bangsa kita. Saya bangga menjadi panglima mereka," kata Bush seperti yang pernah dikutip Voice of America dalam suatu acara Iftar.

Sebaliknya, pesan Obama justru menitikberatkan kepada harmonisasi antara Barat dan Islam, yang berdasarkan hubungan yang damai dan tidak perlu menggunakan kekerasan. "Ritual seperti ini mengingatkan kita kepada prinsip-prinsip yang kita anut bersama, dan Islam berperan dalam memperjuangkan keadilan, kemajuan, toleransi, dan martabat semua manusia," kata Obama seperti dikutip harian The Washington Times.

Dia pun berupaya untuk memulihkan kembali citra Amerika di mata umat Muslim di seluruh dunia, yang tercemar akibat perang di Afganistan dan Irak serta pendekatan perang melawan terorisme yang sudah kebablasan.

Berita Terfavorit:
1. Mahasiswi di Singapura Jual Diri di Internet
2. KD Bantah Selingkuh dengan Taipan Timor Leste
3. KD Minta Maaf Anaknya Bicara Perselingkuhan
4. Lagi, Pesawat Mendarat di Jalan Tol
5. Mengenali Bentuk Area Intim Wanita

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ