VIVAnews - Munculnya tari Pendet, tari khas asal Bali, dalam iklan 'Enigmatic Malaysia' membuat masyarakat Indonesia emosi. Tuduhan lantas dilayangkan ke pihak Malaysia yang diduga mengklaim bahkan mencuri kebudayaan Indonesia.
Menanggapi polemik yang makin memanas, Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia mengeluarkan imbauan bagi semua pihak, baik pemerintah terutama media, untuk memahami sensitifitas isu tersebut bagi kedua bangsa. Sehingga, berita yang beredar tak menyakiti pihak manapun.
Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta juga menyatakan penyesalannya atas kesalahpahaman dan tudingan yang diarahkan media di Indonesia yang memberitakan bahwa pemerintah Malaysia telah mencuri tari Pendet.
"Kedutaan Besar Malaysia menekankan bahwa telah terjadi kesalahpahaman dan salah pengertian atas video klip yang beredar, termasuk tudingan kepada pemerintah Malaysia," pernyataan Kedutaan Besar Malaysia, seperti dimuat laman Bernama, Kamis 27 Agustus 2009 malam.
Dalam pernyataannya, Kedutaan Malaysia juga iklan tersebut adalah inisiatif Discovery Asia-Pasifik, sama sekali tak melibatkan pihak Malaysia.
"Tak ada seorangpun di Malaysia yang mengklaim Pendet adalah tarian asal Malaysia," tambah pernyataan tersebut.
"Seharusnya, siapapun yang berani menyimpulkan, harus sudah melakukan riset untuk memverifikasi permasalahan, sebelum akhirnya memberi penilaian."
Kata pernyataan itu. Promosi selama 30 detik itu dikerjakan oleh pihak ketiga yang dipekerjakan oleh Discovery Channel, yang kantornya berkedudukan di Singapura.
Aku wong jowo. Negeri Johor dan Selangor Majoritas Jawa ama Banjar. Kalau tak ada Jawa ama Banjar. Negeri akan menjadi negeri Cina ama India. Jawa migerasi bersama budayanya.Lalu dipraktik di Malaysia. Kalau tak ada Budaya Indonesia.Malaysia budayanya Cin
jgn Ngomel2 doang, ayo qt adakan gerakan nasional anti malaysia.
-jgn pernah pergi ke malaysia
-jgn beli produk malaysia
-kata2in mahasiswa indonesia yang kuliah di malaysia, jgn dihebat2in.
-tolak oleh2 dr malaysia
-jgn memperkerjakan orang malaysia
siapa yang salah nih...?? pihak malaysia pasti pertahankan kewibawaan negaranya...indonesia tak mau di injak2 dengan penayangan tari pendet yang dikiri di klaim ama malaysia....propokator perang akan terus muncul, hati2........
MALAYSIA ADALAH NEGARA "NEKOLIM"
“Bom Waktu” Meledak Satu Demi Satu
Tahun 1998 Soeharto tumbang secara menyedihkan. Dia kuwalat atas nafsu “immortality”-nya terhadap kekuasaan. Maka tibalah momentum mengerikan: Malaysia mulai ’belagu’ pada Indonesia
memangnya kalo dikerjakan oleh pihak ketiga, tidak ada pengecekan kembali terhadap iklan yg akan di tayangkan...!!!
pastinya ada badan sensor...
apa langsung di tayangkan aja tanpa adanya approval...!!!
Sangat bodoh dan tidak bermartabat suatu negara apabila sudah tahu tarian itu bukan kebudayaannya namun digunakan untuk promosi pariwsata negaranya.
Seharusnya bila SUDAH TAHU bahwa tarian itu milik Indonesia maka Negara manapun yang yang mempunyai harga
Apapun alasannya, seharusnya Malon izin dulu ke Indonesia, tunjukkan bhw Malon pny itikad baik, bukannya pake aji "mumpung" sebagai pembenaran......
Malaysia sbg Jiran ga sepatutnya bersikap Sinis & kurang ajar, karena sejatinya kamulah negara miskin
tapi sebelum iklan itu tayang pasti pemerintah malaysia udah liat dan approve, makanya bisa ditayangkan. kalo merasa tari pendet bukan milik malaysia harusnya iklan tersebut direvisi sebelum tayang. sungguh kerdil jiwa pemerintah malaysia yg menyalahkan d
Lantas knp selain tari pendet ada yg lain'y???
1. Reog Ponorogo
2. Batik
3. Wayang kulit
4. Lagu daerah
kenapa banyak sekali yg diklaim??
Pantaskah dibiarkan??