Dunia
Hubungan Indonesia - Malaysia

Inilah Raksasa Bisnis Malaysia di Indonesia

Malaysia telah merambah ke berbagai sektor bisnis strategis di Indonesia.

Jum'at, 28 Agustus 2009, 14:22 WIB
Heri Susanto
Airbus A320 milik AirAsia (doc.airbus)

VIVAnews - Hubungan Indonesia - Malaysia semakin memanas dalam beberapa pekan terakhir. Selain dipicu oleh Noordin M Top, gembong teroris asal Malaysia yang menjadi otak sejumlah ledakan bom di Indonesia, menghangatnya hubungan kedua negara juga disebabkan oleh aksi Malaysia yang mengklaim sejumlah warisan budaya milik Indonesia.

Belakangan hubungan kedua negara kian panas ketika Malaysia lagi-lagi mengklaim Tari Pendet yang benar-benar asal Bali ditampilkan dalam iklan kebudayaan Malaysia.

Namun, dibalik naik turunnya hubungan politik dan sosial kedua negara, di sektor bisnis sesungguhnya Malaysia sudah cukup jauh melangkah ke Indonesia. Bahkan, Malaysia telah merambah ke berbagai sektor bisnis strategis di Indonesia, mulai dari sektor telekomunikasi, perminyakan, perkebunan, perbankan, penerbangan, dan berbagai sektor bisnis lainnya.

Mereka memanfaatkan pasar Indonesia yang cukup besar. Dengan jumlah penduduk sekitar 240 juta jiwa merupakan target besar untuk menjaring keuntungan dari negeri ini.

Berikut ini sejumlah contoh ekspansi bisnis Malaysia di Indonesia.

1. Excelcomindo Pratama
Excelcomindo yang dikenal dengan XL adalah salah satu operator seluler terbesar ketiga di Indonesia setelah PT Telkomsel dan PT Indosat. Kepemilikan saham XL saat ini mayoritas dipegang oleh raksasa telekomunikasi Malaysia, yakni Telekom Malaysia (TM) International Berhad melalui Indocel Holding Sdn Bhd (83,8 %) dan Emirates Telecommunications Corporation (Etisalat) melalui Etisalat International Indonesia Ltd (16,0%). Sedangkan, pemegang saham publik hanya 0,2%.

2. CIMB Niaga
CIMB Niaga adalah salah satu bank papan atas dan berada di urutan ke lima bank terbesar di Indonesia. CIMB Niaga yang merupakan penggabungan Bank Lippo dan Bank Niaga dikendalikan oleh perbankan asal Malaysia. Pemegang sahamnya adalah CIMB Group Sdn Bhd sebesar 56,1%, Santubong Ventures Sdn Bhd 16,65%, Greatville Pte Ltd 2,58%. Publik memiliki saham sekitar 24 persen.

3. Air Asia
Air Asia adalah salah satu maskapai penerbangan asal Malaysia. Maskapai yang mengklaim sebagai salah satu penerbangan murah ini melakukan ekspansi bisnis ke Indonesia dengan membuka rute-rute penerbangan ke sejumlah jalur gemuk di Indonesia.

4. Petronas
Petronas adalah perusahaan migas raksasa asal Malaysia yang melakukan ekspansi di Indonesia. Petronas bukan hanya ikut melakukan eksplorasi untuk menyedot minyak dan gas Indonesia, tetapi Petronas juga membuka jaringan yang melayani penjualan bahan bakar minyak melalui pembukaan sejumlah pom bensin. 

5. Kumpulan Guthrie Berhad

Kumpulan Guthrie merupakan salah satu grup bisnis perkebunan besar asal Malaysia. Grup bisnis ini telah membeli ratusan ribu hektare perkebunan di Sumatra milik Grup Salim setelah diambilalih oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) sebagai bagian dari penyelesaian utang Grup Salim.

heri.susanto@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
anOnym
03/09/2009
setuju @bung farkhan nasionalisasi aset2 malaysia yg ada di Indonesia.gak usah ganti rugi. ngajak perang? perang.,
Balas   • Laporkan
andry
30/08/2009
boikot produk malaysia....... negara maling dari asia... ganyang malaysia
Balas   • Laporkan
Kenthink
29/08/2009
Buat perkara ganyang malaysia tidak perkara mudahhhh..buat pemerintah ambil kebijakan paling terbaik cos TKI kita disana banyak...sampai di deportasi pengangguran kita banyak INFLASi akan terjadi Sebelum katakan perangg buat lapangan pekerjaan yang seba
Balas   • Laporkan
ujang
29/08/2009
buktikan nasionalisme dengan tidak menggunakan produk dr Malingsia... artis2 atau pekerja seni indonesia ngga usah terlibat dalam promosi dr produk2 malingsia...terutama XL..banyak bgt iklanny!!!
Balas   • Laporkan
afif
29/08/2009
Klo menurut saya gampang. kalau kita masih punya rasa nasionalisme, mengaku putra dan putri indonesia jangan nabung di CIMB Niaga, jgn terbang pake Air Asia dan jgn pake kartu XL selesai masalah biarin bangkrut
Balas   • Laporkan
supriyanto
29/08/2009
kita beli semua saham perusahaan2 yg berasal dari malaysia supaya agak direcokin lagi....
Balas   • Laporkan
bima
29/08/2009
saya siap bertempur!!!
Balas   • Laporkan
Nyoman Dawa
29/08/2009
NASIONALISME kita sedang di uji...., seberapa cintakah kita terhadap INDONESIA ? UJIAN AWAL UNTUK MENJADI INDONESIA RAYA
Balas   • Laporkan
hendri dunan
28/08/2009
Klo hal seperti ini terus berlangsung, yakinlah esok ...setiap jengkal tanah yang kita pijak akan menjadi hak asing.Bagaimana indonesia bisa bermartabat dan disegani pihak luar jikalau setiap aset sentral justru dimiliki pihak asing.
Balas   • Laporkan
kiagus reza
28/08/2009
penduduk INDONESIA semestinya mampu melihat dari sejarah GANYANG MALAYSIA , dan kita berdamai, inilah hasilnya , anda mau mengubah sejarah...?
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ