Dunia

Sengsara di Penjara Setelah 14 Kali Kawin

Dipecat dari pekerjaan, pria itu juga tak pernah dikunjungi oleh teman atau kerabat

Jum'at, 28 Agustus 2009, 10:07 WIB
Renne R.A Kawilarang
Foto Penjara (AP Photo)

VIVAnews - Malang nian nasib Tushar Waghmare. Pria di kota Navghar, India, itu sudah lebih dari satu pekan meringkuk di penjara gara-gara ketahuan menikah 14 kali dengan beberapa perempuan. Gara-gara poligami kebablasan itu, Tushar tak hanya kehilangan pekerjaan, namun juga dijauhi kerabat dan teman.

Kepada harian The Times of India, polisi setempat Kamis lalu, 27 Agustus 2009, mengungkapkan bahwa tak ada satupun yang datang dan berupaya membebaskan Tushar dari kurungan. Menikah dengan banyak perempuan hanya dalam kurun waktu dua setengah tahun akhirnya memang tak memberi kebahagian bagi Tushar.

Pihak berwenang menuduh Tushar seenaknya mengawini para perempuan yang berstatus cerai atau janda. Pria berusia 40 tahun itu tadinya berstatus insinyur di departemen teknik untuk maskapai penerbangan Air India.

Namun, pada 21 Agustus lalu Tushar dipecat setelah atasannya mengetahui perkara yang menimpa dia. Air India lalu melakukan penyelidikan internal setelah muncul laporan dari sejumlah karyawati yang mengaku pernah dilecehkan secara seksual oleh Tushar sejak 2006.

Pria yang juga memakai nama Tushar Bapat itu ditangkap polisi pada 18 Agustus. Dia diadili atas tiga kasus pernikahan secara tidak sah dan pemalsuan dokumen.

Sebenarnya, sambil menunggu diadili, Tushar tak perlu menginap di penjara kantor polisi seandainya ada yang menjemput dan membayar jaminan. Namun, tak seorang pun yang sudi datang untuk melepas Tushar. Demikian ungkap kepala polisi di distrik Mulund, Navghar, Shivaji Phadtare. 

Maka, menurut aturan setempat, Tushar harus menginap di penjara kantor polisi hingga 29 Agustus 2009, sambil menunggu putusan hakim pengadilan. Kepada polisi, Tushar mengaku dia tak lagi punya teman atau kebarat sejak diceraikan oleh istri pertama pada 2006.

Saat itu, menurut Tushar, istrinya mengetahui bahwa mertuanya mati karena AIDS sehingga dia memilih bercerai. "Bahkan adiknya saja, yang tinggal bersama keluarganya di Mumbai, tidak mau repot datang dan menjenguk dia," kata Phadtare.       
 
Tushar mengaku, sejak diceraikan oleh istri pertama, dia pun mencari istri baru yang bisa memberi dia keturunan. Tushar ingin agar dia memiliki anak perempuan, karena dia terpaksa menyerahkan putrinya untuk diasuh oleh  mantan istri setelah mengakhiri 11 tahun pernikahan mereka.

Tushar ditangkap pada 18 Agustus setelah seorang perempuan berusia 29 tahun yang juga warga distrik Mulund curiga bahwa pria yang telah dinikahinya ternyata sudah berkali-kali kawin. Tak terima menjadi istri ""penjahat kelamin," perempuan yang berprofesi sebagai arsitek itu akhirnya mengadukan suaminya ke polisi.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ