Dunia
Sri Lanka

Video Tentara Eksekusi Tahanan Beredar Luas

Seorang tentara Sri Lanka terlihat menembak kepala dua tahanan.

Kamis, 27 Agustus 2009, 18:27 WIB
Umi Kalsum, Shinta Eka Puspasari
ilustrasi eksekusi mati  

VIVAnews - Sebuah video beredar di India dan Inggris menunjukkan seorang prajurit Sri Lanka mengeksekusi dua tahanan. Pemerintah Sri Lanka sendiri telah menolak mengakui kekerasan yang dilakukan militer tersebut.

"Kami telah melihat banyak kasus di mana video dan foto telah digunakan untuk menjatuhkan Sri Lanka, video ini salah satunya," kata seorang juru bicara komisi tinggi Sri Lanka di Delhi seperti dikutip laman harian The Guardian.

Video menunjukkan prajurit berpakaian tentara menembak bagian belakang kepala dua pria yang diikat, ditutup matanya, dan ditelanjangi tersebut. Kamera bergeser untuk menunjukkan jenazah sekitar enam lelaki lainnya di sebuah lapangan berlumpur.

Video tersebut diperoleh kelompok Jurnalis untuk Demokrasi di Sri Lanka (JDS). Pemerintah Sri Lanka menuding video itu hanyalah rekaan wartawan Sinh dan Tamil yang melarikan diri setelah militer berhasil menaklukkan kelompok Macan Tamil.

Kelompok JDS menyatakan video itu direkam pada Januari oleh seorang prajurit dengan menggunakan kamera telepon genggam. Kelompok penegak hak asasi manusia (HAM) yang menyatakan sulit untuk memverifikasi kebenaran rekaman itu karena pemerintah Sri Lanka membatasi gerak jurnalis dan lembaga swadaya masyarakat.

Berdasarkan data Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), lebih dari 100 ribu orang tewas dalam perang sipil selama tiga dekade antara pemerintah dengan pemberontak Macan Tamil. Konflik tersebut berakhir Mei lalu saat pemimpin Macan Tamil, Velupillai Prabhakaran tewas terbunuh.

Sekitar 280 ribu warga sipil kini masih hidup dalam pengungsian. Pemerintah menyatakan mereka tidak bisa kembali pulang sebelum pembersihan ranjau selesai dilakukan. Pemerintah juga mengerahkan pasukan tambahan untuk menyisir bekas zona konflik di utara pulau.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ