Dunia

Israel Tak Mau Kompromi Soal Yerusalem

Israel hanya mau berunding soal isu demiliterisasi Palestina

Rabu, 26 Agustus 2009, 09:22 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
Benjamin Netanyahu (AP Photo/Kevin Frayer)

VIVAnews - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan bahwa pemerintah Israel tidak ingin melakukan negosiasi untuk membahas status Yerusalem sebagai ibukota bersama Israel dan Palestina.

Saat berada di London dan bertemu dengan Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown, Selasa 25 Agustus 2009, Netanyahu juga mengatakan bahwa perundingan damai apapun dengan Palestina harus merundingkan isu demiliterisasi Palestina, dan juga pendudukan ilegal Israel di Tepi Barat.

"Saya sudah menerangkan dengan jelas bahwa Yerusalem adalah ibukota berdaulat Israel dan kami tidak menerima segala pembatasan terhadap kedaulatan kami," kata Netanyahu dalam konferensi pers di London, seperti dikutip dari laman stasiun televisi al-Jazeera.

Namun, dia menambahkan, "Isu tentang pendudukan itu bagus sekali. Itu harus menjadi salah satu isu yang diselesaikan dalam negosiasi, bersama dengan penerimaan warga Palestina mengenai negara Yahudi, demiliterisasi efektif, dan kemungkinan kesepakatan damai lainnya."

Warga Palestina menginginkan agar Yerusalem Timur menjadi ibukota negara mereka di masa depan. Sedangkan Brown mengaku yakin akan ada kemajuan di Timur Tengah setelah dia bertemu dengan Netanyahu yang disebutnya sebagai pemimpin yang penuh keberanian.

"Perekonomian Palestina harus dibiarkan tumbuh sehingga saya sangat mendukung keputusan Israel untuk menghapus pos-pos penjagaan di Tepi Barat," kata Brown. "Kami juga mendiskusikan isu pendudukan Israel di Yerusalem Timur. Saya jelaskan bahwa aktivitas itu merupakan gangguan bagi solusi dua negara," lanjut Brown.

Sebelumnya, presiden Palestina Mahmoud Abbas, mengatakan bahwa penghentian konstruksi pendudukan warga Israel di Tepi Barat merupakan syarat untuk kembali melakukan perundingan damai dengan Israel. Proses perundingan berhenti sama sekali sejak Desember.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
althaf
04/03/2010
“Kami pergi berperang melawan kuffarin bukan karena mencari dan menginginkan peperangan, tetapi karena kami mengembalikan syari’at Allah di tanah kami. Allah berfirman bahwa dia tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, kecuali kaum itu mengubah keadaanya s
Balas   • Laporkan
nahlun
17/09/2009
Dan disinilah semua terror didunia itu berasal... ketidakadilan dan militansi dari sebuah negara teroris yang menganut faham facisme jauh sebelum lahirnya alqaeda, taliban, JI, al-sabab, hamas, PLO dlsb... sebuah negara yang bernama israel...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau