VIVAnews - Arab Saudi menahan 44 orang yang diduga merupakan bagian dari jaringan al Qaida. Juru bicara Departemen Dalam Negeri Jenderal Mansur al-Turki mengatakan polisi juga menyita senjata dan bahan peledak.
"Sebanyak 43 warga Saudi dan seorang warga asing ini bekerja merekrut pemuda, mencuci otak mereka dengan ideologi al Qaida, mereka juga membiayai terorisme di Saudi," kata al-Turki, Kamis 20 Agustus 2009 seperti dikutip laman stasiun televisi al Jazeera.
Al Turki mengatakan para tersangka berencena menyerang dengan menggunakan tenaga muda yang telah mereka rekrut. Sebanyak 60 senjata mesin, peledak dengan pemicu jarak jauh, dan amunisi disita dari rumah di Riyadh persembunyian di Riyadh dan wilayah Qassim.
Kantor berita Saudi Press Agency melaporkan penangkapan tersebut dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan yang dimulai tahun lalu dan berakhir pada 2 Agustus.
Bulan lalu, pengadilan pidana telah menjatuhkan hukuman penjara, denda, dan larangan bepergian kepada 330 anggota al Qaida. "Para terpidana ini diduga merupakan bagian dari 991 pejuang militan yang bertanggung jawab atas serangan selama lima tahun terakhir," kata Menteri Dalam Negeri Pangeran Nayef bin Abdul-Aziz.
Lebih dari 150 warga Saudi dan pendatang tewas dalam serangan yang diduga dilakukan kelompok al Qaida antara 2003 hingga 2006.