Dunia

Australia Bantah Warganya Inteli China

Rio Tinto berusaha mendapatkan informasi rahasia kilang-kilang minyak China selama 6 tahun

Selasa, 11 Agustus 2009, 09:32 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
Kantor perusahaan Rio Tinto di Shanghai, China (AP Photo)

VIVAnews - Australia membantah sebuah laporan yang menuduh warganya, yang menjadi eksekutif perusahaan tambang Rio Tinto, telah memata-matai kilang minyak di China selama bertahun-tahun. Menteri Luar Negeri Australia, Stephen Smith, Selasa 11 Agustus 2009, mengatakan bahwa tuduhan itu merupakan opini pribadi, bukan pendapat resmi pemerintah China.

Stasiun televisi ABC News mengungkapkan bahwa akhir pekan lalu sebuah artikel di internet, yang diterbitkan biro rahasia negara China, mengatakan Rio Tinto menggunakan segala cara, termasuk memeras dan melakukan mata-mata, untuk mendapatkan informasi rahasia kilang-kilang minyak China selama enam tahun.

Dikatakan bahwa perusahaan baja China membayar 700 miliar yuan (US$102 miliar) lebih mahal untuk mengimpor bijih besi. Dalam artikel tersebut tidak dijelaskan bagaimana angka tersebut bisa diperoleh, dan juga tidak menjelaskan bukti-bukti jelas.

Smith mengatakan, laporan tersebut tidak akan berpengaruh besar terhadap penahanan eksekutif Rio Tinto, Stern Hun, yang merupakan warga Australia. Selain Hun, China juga menahan tiga staf lokal Rio Tinto.

Mereka ditahan sejak bulan lalu atas tuduhan mencuri rahasia negara. Namun mereka belum resmi dikenai dakwaan.

Smith juga mengatakan, diplomat Australia kembali meminta China untuk memberikan perwakilan hukum bagi Stern Hu. Pekan lalu, diplomat Australia sudah mengunjungi Hu di selnya dan mengungkapkan bahwa kondisi Hu tampak baik.

"Kami tidak berada dalam posisi untuk membicarakan detil kasusnya atau kemungkinan dakwaan yang bisa dijatuhkan, tetapi kami sudah memintakan pengacara untuk Hu," kata Smith. Hu bisa dikunjungi oleh pejabat konsuler Australia satu kali sebulan.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ