Dunia

Keluarga Aquino Tolak Pemakaman Kenegaraan

Keluarga memutuskan untuk menggelar upacara pemakaman pribadi.

Minggu, 2 Agustus 2009, 20:33 WIB
Pipiet Tri Noorastuti
Corazon Aquino (AP Photo)

VIVAnews - Keluarga menolak tawaran pemerintah untuk menggelar upacara pemakaman mantan Presiden Filipina Corazon Aquino secara kenegaraan.

Demikian dikutip dari laman Washington Post, atas pernyataan putri bungsu Cory, Kristina Bernadette Aquino, kepada publik, Minggu 2 Agustus.

Putra Cory, senator Benigno Aquino III, mengatakan keluarga memutuskan untuk menggelar upacara pemakaman tertutup bersama keluarga. Cory akan dimakamkan di samping mendiang suaminya, Benigno Aquino, yang dibunuh pada 1983 silam. "Itu sudah menjadi keinginan sejak awal," katanya. 

Dalam beberapa tahun terakhir, Cory yang dikenal sangat vokal mengecam praktik korupsi, terlibat pertikaian dengan Presiden Gloria Macapagal Arroyo. Ia menuntut mundur Arroyo dari pucuk kekuasaan menyusul skandal korupsi yang melibatkan keluarga Arroyo.

Cory Aquino merupakan presiden wanita pertama di Asia yang berkuasa setelah memimpin revolusi 'people power' yang menumbangkan diktator Ferdinand Marcos pada 1986.

Corazon Aquino meninggal dunia di usia 76 tahun. Corazon meninggal karena kanker usus besar yang diderita sejak Maret 2008. Selama enam belas bulan terakhir, Cory berjuang melawan penyakitnya. Dia sempat mendapat kemoterapi dan pembedahan dari tim medis.

Sejak dirawat di rumah sakit pada Juni, nafsu makan Cory terus menurun. Cory akhirnya meninggal pukul 03.18 waktu Filipina, Sabtu 1 Agustus 2009.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ