VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan turut berduka cita atas meninggalnya mantan Presiden Filipina, Corazon Aquino. Cory Aquino merupakan salah satu wanita terbaik yang dimiliki Filipina.
"Presiden Yudhoyono sangat berduka cita saat mendengar kabar meninggalnya Presiden Filipina ke-10, Corazon C Aquino pagi tadi," kata juru bicara kepresidenan, Dino Patti Djalal, dalam surat eletroniknya, Sabtu, 1 Agustus 2009.
Atas nama bangsa dan pemerintah Indonesia, SBY menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Ucapan duka juga ditujukan bagi pemerintah dan warga Filipina yang telah kehilangan salah satu putri terbaiknya.
"Beliau akan diingat sebagai wanita yang heroik, yang terkenali gigih memperjuangkan demokrasi dan keadilan di Filipina," lanjut Dino mengutip pernyataan Presiden SBY.
Corazon Aquino menghembuskan nafas terakhirnya di usia 76 tahun. Corazon meninggal karena kanker usus besar yang diderita sejak Maret 2008. Selama enam belas bulan terakhir, Cory berjuang melawan penyakitnya.
Dia sempat mendapat kemoterapi dan pembedahan dari tim medis. Sejak dirawat di rumah sakit Makati Medical Center pada Juni, nafsu makan Cory terus menurun. Cory akhirnya meninggal pukul 03.18 waktu Filipina, Sabtu 1 Agustus 2009.
ismoko.widjaya@vivanews.com