Dunia
Corazon Aquino Meninggal Dunia

Estrada: Filipina Kehilangan Seorang Ibu

Corazon dinilai sebagai seorang perempuan baik yang memiliki kekuatan dan keanggunan.

Sabtu, 1 Agustus 2009, 10:40 WIB
Arinto Tri Wibowo
Corazon Aquino (AP Photo)

VIVAnews - Perasaan duka dan penghormatan atas meninggalnya Corazon Aquino tidak hanya dialami Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo dan masyarakata Filipina.

Mantan Presiden Filipina lainnya, Joseph Estrada juga menilai Corazon Aquino sebagai mantan Ibu Negara yang kuat.    

"Hari ini negara kita (Filipina) telah kehilangan seorang ibu," kata mantan Presiden Joseph Estrada di Manila, Sabtu 1 Agustus 2009.

Corazon Aquino dinilai sebagai seorang perempuan baik yang memiliki kekuatan dan keanggunan.

Dalam lawatan resminya di Amerika Serikat (AS), Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo menilai Aquino sebagai 'aset bangsa' yang memimpin sebuah revolusi untuk memulihkan demokrasi dan supremasi hukum di saat negara dalam keadaan genting.

"Aquino mampu membawa bangsa Filipina ke masa yang lebih memberi harapan," kata Arroyo.

Corazon Aquino meninggal dunia di usia 76 tahun. Corazon meninggal karena kanker usus besar yang diderita sejak Maret 2008.

Selama enam belas bulan terakhir, Cory berjuang melawan penyakitnya. Dia sempat mendapat kemoterapi dan pembedahan dari tim medis.

Sejak dirawat di rumah sakit pada Juni, nafsu makan Cory terus menurun. Cory akhirnya meninggal pukul 03.18 waktu Filipina, Sabtu 1 Agustus 2009. (AP)

arinto.wibowo@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ