Dunia

AS Kembali Lancarkan Misi Damai Timur Tengah

Utusan khusus Presiden AS melakukan tur ke Suriah, Israel, dan Mesir

Senin, 27 Juli 2009, 08:28 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
PM Israel, Ehud Olmert (kanan), berbincang dengan utusan AS, George Mitchell (AP Photo/Matty Stern, U.S Embassy)


VIVAnews - Manuver diplomasi Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah dimulai Minggu, 26 Juli 2009, saat utusan khusus AS untuk Timur Tengah, George Mitchell, bertemu dengan Presiden Suriah, Bashar al-Assad. Mitchell kemudian menuju Israel dan Mesir.

Kepada kantor berita SANA, seperti dikutip dari laman stasiun televisi CNN, Mitchell mengatakan, pertemuan dengan al-Assad sangat penting dan bernilai positif. Kepada wartawan, dia mengatakan bahwa perundingan tidak hanya melibatkan prospek kesepakatan damai kawasan yang komprehensif, tetapi juga meningkatkan hubungan AS dengan Suriah.

Mitchell juga mengatakan, Presiden Barack Obama yakin kesepakatan damai komprehensif yang menawarkan keamanan, stabilitas, dan masa depan bagi semua negara di Timur Tengah adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri permusuhan antara negara-negara Arab dan Israel.

Penasehat al-Assad juga membenarkan pemikiran tersebut. "George Mitchell berbicara tentang ketetapan dari Presiden Obama untuk membawa perdamaian komprehensif ke kawasan ini. Kami sudah berupaya menuju tujuan itu selama bertahun-tahun," kata penasehat al-Assad, Bouthaina Shaaban. "Dia menekankan perdamaian timbal balik, di antara semua pihak. Dan kami menyambut baik pernyataan itu."

Menurut Shaaban, pertemuan yang juga dihadiri menteri luar negeri Suriah, Walid al-Moallem, menyinggung kemungkinan Suriah memulai kembali perundingan tidak langsung dengan Israel. Turki kemungkinan juga akan berunding dengan Israel.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ