VIVAnews - Kendati masih pagi, kegelapan mulai melanda sebagian wilayah di China dan India, Rabu 22 Juli 2009. Bagi penduduk setempat, ini merupakan peristiwa luar biasa karena mereka tengah menyaksikan gerhana matahari total yang terlama di sepanjang abad.
Bagi para astronom, penduduk di sebagian wilayah akan menyaksikan gerhana matahari total selama lebih dari enam menit. Stasiun televisi CNN mengungkapkan bahwa banyak orang berbondong-bondong menyambangi sejumlah kota di China, India, dan kepulauan di Pasifik untuk menyaksikan fenomena luar biasa itu.
Kota perdagangan di China, Shanghai, merupakan salah satu wilayah dimana pemandangan gerhana matahari total bisa terlihat jelas.
Gerhana pertama kali muncul pada Rabu dini hari di Teluk Khambhat, India, yang terletak di sebelah utara kota metropolis Mumbai. Pemandangan itu selanjutnya akan tampak bagian timur India, lalu di Nepal, Myanmar, Banglades, Bhutan, dan China sebelum akhirnya muncul di Pasifik.
Terhalangnya pandangan ke matahari oleh bulan dari permukaan bumi itu terakhir akan tampak di Pulau Nikumaroro, Kiribati, yang terletak di Pasifik Selatan. Namun penduduk negara-negara lain di Asia juga bisa melihat gerhana matahari, walau tidak akan total.
Bagi para astronom, gerhana itu akan menjadi peluang untuk memandangi langsung, dalam waktu relatif lama, korona matahari. Benda itu menyerupai cincin putih berjarak 1 juta kilometer dari permukaan matahari.
Gerhana total terakhir - yaitu pada Agustus 2008 - berlangsung selama 2 menit 27 detik. Namun gerhana kali ini akan berlangsung lebih lama dan mungkin terlama dalam satu abad terakhir, yaitu 6 menit dan 39 detik. (AP)