VIVAnews - Jutaan orang di Asia pekan ini akan menyaksikan gerhana matahari total terlama pada abad ini. Fenomena alam itu akan jelas terlihat di India dan China serta di sejumlah negara lain pada Rabu esok, 22 Juli 2009.
Di sejumlah tempat, gerhana matahari total selama beberapa menit itu bisa menjadi tambang rezeki dan menjadi atraksi menarik. Di Shanghai, misalnya, penduduk setempat justru antusias menyambut datangnya fenomena dimana pandangan ke matahari akan tertutup oleh bulan selama beberapa menit.
Liang Wei, seorang anggota perkumpulan penggemar gerhana matahari di China, mengaku rela sampai jalan-jalan ke Shanghai hanya untuk menyaksikan gerhana matahari total di kawasan timur China itu.
"Walaupun saya bukan ilmuwan, namun peristiwa itulah yang telah saya tunggu-tunggu selama seumur hidup," kata Liang, warga kota Guangzhou di China bagian selatan. Karyawan perusahaan produsen lampu berusia 29 tahun itu mengaku membuat laman khusus penggemar gerhana matahari.
Di Jepang, sebagian rakyat berbondong-bondong mengunjungi pulau Yakushima, yang akan menjadi lokasi gerhana matahari total. Maklum, Jepang kali terakhir dilanda gerhana matahari total pada tahun 1963.
Itulah sebabnya, pemerintah di Yakushima menggelar festival khusus selama dua hari. Acara berupa pertunjukan kembang api, tari-tarian, dan suguhan makanan lokal. Selain itu, semua 180 hotel di Yakushima sudah penuh dipesan.
Sementara itu, pengelola sebuah kapal pesiar di Amerika Serikat, menawarkan tur khusus ke laut di dekat Pulau Iwo Jima, Jepang. Tempat itu diyakini merupakan lokasi terdekat untuk bisa menyaksikan gerhana matahari total secara jelas.
Namun, Mayhugh Travel Inc. sebagai penyelenggara tur menerapkan tarif yang mahal bagi para turis pengamat gerhana matahari. Harga tiket naik ke kapal pesiar mulai dari US$2.599 (sekitar Rp 26 juta) hingga US$3.643 (sekitar Rp 36,5 juta).
Biro tur asal California itu memiliki layanan wisata khusus bagi para pemerhati astronomi atau ilmu perbintangan. (AP)