VIVAnews - Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, tetap berencana ke Jakarta akhir tahun ini. Teror bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton di Jakarta Jumat pekan lalu, 17 Juli 2009, tampaknya tidak sampai merubah niat Obama untuk mengunjungi kota yang pernah menjadi rumahnya itu.
Demikian ungkap Robert Gibbs, juru bicara Gedung Putih - kantor sekaligus kediamanan resmi presiden AS di Washington DC. "Saya tidak punya alasan untuk percaya bahwa peristiwa-peristiwa pada beberapa hari belakangan telah merubah atau mengurangi niat Presiden [ke Jakarta]," kata Gibbs dalam konfrensi pers di Gedung Putih, Senin siang waktu setempat (Selasa dini hari WIB).
Namun, seperti dikutip di laman The White House, Gibbs mengungkapkan bahwa pekan ini para pejabat terkait akan membahas rencana kunjungan Obama ke sejumlah negara akhir tahun ini. November mendatang, Obama berencana menghadiri Konfrensi Tingkat Tinggi Forum Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Singapura. Kendati belum dipastikan, dari Singapura Obama kemungkinan baru menyambangi Jakarta.
Indonesia "merupakan negara berpenduduk Muslim terbanyak di dunia, dan ini penting bagi presiden, baik dari sudut pandang itu maupun secara pribadi," kata Gibbs. Semasa kecil Obama pernah tinggal di Jakarta, tepatnya di kawasan padat penduduk Menteng Dalam, selama 1967-1971.
Sementara itu, Sabtu pekan lalu, Obama telah menelpon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selain menyelamati Yudhoyono atas hasil sementara pemilihan umum yang kembali memenangkan dia, Obama juga menawarkan kepada pemerintah Indonesia bantuan AS untuk menyelidiki teror bom Jumat pekan lalu, yang menewaskan sembilan orang dan melukai 50 korban.