VIVAnews - Setelah menghadiri KTT G8 di Italia, Barack Obama akan terbang ke Ghana, Jumat 10 Juli 2009. Rakyat Ghana antusias menyambut kedatangan presiden ke-44 Amerika Serikat (AS) tersebut.
Pemerintah Ghana mengiklankan kunjungan Obama melalui radio. "Presiden berkulit hitam pertama AS, Anda adalah bintang bersinar, dan meski meraih sukses tetapi Anda masih bangga disebut sebagai kulit hitam. Barack Obama pulang ke kampung halaman. Dia datang ke Ghana, Pantai Emas, pusat dunia," bunyi salah satu iklan, seperti dikutip dari Voice of America. Di Ibukota Accra, berbagai persiapan sedang dilakukan. Ribuan poster menghiasi jalan-jalan utama ibukota.
Menteri Informasi Zita Okaikoi mengatakan, kunjungan Obama merupakan anugerah bagi Ghana. "Sekali Obama datang ke sini, kami mengharapkan sesuatu yang baik. Investor akan datang untuk melihat apa yang bisa Ghana tawarkan pada mereka," kata Okaikoi.
Pemerintah Ghana juga memanfaatkan kunjungan Obama untuk meningkatkan citra Ghana sebagai negara demokrasi yang stabil, dan tempat tujuan wisata yang atraktif. Di Ada, sekitar 150 kilometer dari ibukota Accra, seorang warga, Philomena Dadzie, berharap kunjungan Obama akan mengubah kehidupan sehari-hari rakyat Ghana.
"Ini bukan kali pertama presiden AS datang ke Ghana, dan Obama juga datang ke sini. Itu akan bermanfaat karena anak-anak muda yang belum bekerja akan mendapat pekerjaan," kata Dadzie. Seorang nelayan, Filemon Atitsogbe, berharap demokrasi Ghana bisa belajar dari Amerika. "Demokrasi berawal di Amerika, dan saat Obama datang, dia akan berbagi pengalaman dengan Ghana," kata Atitsogbe.