VIVAnews - Mantan calon wakil presiden Amerika Serikat (AS), Sarah Palin, sudah resmi mengundurkan diri sebagai Gubernur Alaska. Pengunduran diri yang menuai kritik itu dinilai karena ada obsesi Palin yang akan maju dalam Pemilu Presiden AS pada 2012.
"Jika dia (Palin) berpikir dapat maju dan bersiap ke tahap politik yang lebih tinggi, saya pikir itu adalah satu kekeliruan," kata Andrew Halcro, politisi yang dikalahkan Palin saat pemilihan Gubernur Alaska pada 2006, seperti ditulis AP, Minggu, 5 Juli 2009.
Menurut Halcro, pengunduran diri Palin sebagai gubernur 1,5 tahun sebelum waktunya itu dinilai bertentangan dengan logika politik. Pengumuman pengunduran diri secara tiba-tiba itu akan mulai efektif pada 26 Juli mendatang. "Dia tidak dapat mengundurkan diri begitu saja," kritik Halcro.
Keputusan Palin yang mengejutkan itu membuat para politisi Partai Republik bertanya-tanya. Bahkan, staf Palin sendiri tidak mendapatkan pemberitahuan awal peletakan jabatan gubernur itu. Kendati demikian, ada peluang terbuka bagi Palin untuk maju dalam ajang Pemilu Presiden AS.
Juru bicara Sarah Palin, David Murrow, mengatakan sang gubernur tidak berkata apapun terkait keputusan akhir untuk mundur itu. "Dia memiliki pandangan kedepan untuk lebih melayani masyarakat dengan menggunakan kursi di luar jabatannya sebagai gubernur," ujar Murrow.
Bahkan, senator John McCain yang menggandeng Palin saat melawan Obama tak ketinggalan berkomentar. McCain menilai Palin memiliki tujuan khusus. "Dia akan melanjutkan untuk memerankan tugas sebagai pemimpin yang sangat pentung di dalam posisi Partai Republik dan bangsa," kata McCain.
ismoko.widjaya@vivanews.com
• VIVAnews