Dunia

Harga Minyak Sulit Dekati US$67/barel

Naiknya angka pengangguran menunjukkan bahwa konsumsi minyak di AS masih labil

Jum'at, 3 Juli 2009, 16:20 WIB
Renne R.A Kawilarang, Harriska Farida Adiati
kilang minyak (www.dpi.vic.gov.au)

VIVAnews - Harga minyak mentah tidak mampu beranjak dari kisaran US$66/barel Jumat 3 Juli 2009 atau satu hari setelah angka pengangguran dari Amerika Serikat dan Eropa menyebabkan harga minyak mentah anjlok.

Harga minyak mentah untuk pengiriman Agustus melemah 26 sen menjadi US$66,47 per barel Jumat siang waktu Singapura dalam transaksi elektronik di bursa New York Mercantile Exchange, AS. Kemarin (Jumat dini hari WIB), harga minyak jatuh US$2,58 per barel atau hampir 4 persen ke posisi US$66,73. Sedangkan di London, harga minyak jenis Brent melemah 38 sen menjadi US$66,27 per barel.

Naiknya angka pengangguran menunjukkan bahwa konsumsi minyak di AS masih labil. Tingkat permintaan minyak mentah tidak mampu bangkit secara cepat.

Laporan dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan bahwa 467.000 warga AS kehilangan pekerjaan pada Juni. Tingkat pengangguran meningkat menjadi 9,5 persen, level tertinggi dalam 26 tahun terakhir.

Sedangkan tingkat pengangguran di 16 negara yang menggunakan euro juga naik ke level tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir pada Mei, juga pada level 9,5 persen.

Data buruk ekonomi menghapus keyakinan para investor dan menyebabkan indeks harga saham industri Dow Jones turun 2,6 persen pada Kamis. Sebagian besar indeks di Asia juga dibuka melemah. (AP)

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ