Dunia
Perdagangan Saham di Wall Street

Jumlah PHK Meroket, Harga Saham Melorot

Tingkat pengangguran Juni lalu naik, dari 9,4 persen pada Mei lalu menjadi 9,5 persen

Jum'at, 3 Juli 2009, 07:10 WIB
Renne R.A Kawilarang
Reaksi seorang pialang saat melihat papan indeks bursa saham Wall Street (AP Photo/Richard Drew)

VIVAnews - Para investor dan pialang di bursa saham Wall Street, New York, bakal merayakan hari libur Kemerdekaan Amerika Serikat 4 Juli esok dengan perasaan murung. Pasalnya, semua indeks harga saham anjlok lebih dari 2,6 persen setelah pemerintah mengungkapkan tingkat pengangguran mencapai rekor tertinggi dalam 26 tahun terakhir.

Di akhir perdagangan Kamis sore waktu setempat (Jumat dini hari WIB), indeks harga saham industri Dow Jones turun 223,32 poin (2,6 persen) menjadi 8.280,74. Ini merupakan level terendah sejak 22 Mei lalu.

Indeks harga saham indikator Standard & Poor's 500 juga anjlok, yaitu 26,91 poin (2,9 persen) menjadi 896,42. Sedangkan indeks harga saham teknologi Nasdaq turun 49,20 poin (2,7 persen) menjadi 1.796,52. Perdagangan Kamis merupakan transaksi hari terakhir di pekan ini mengingat Jumat waktu setempat bursa saham libur untuk merayakan Hari Kemerdekaan AS 4 Juli.

Perdagangan pekan ini juga berakhir anti klimaks. Pasalnya pada transaksi Senin, indeks sempat naik sebelum akhirnya terus menurun sehari setelah laporan turunnya indeks kepercayaan konsumen.
 
Pada transaksi Rabu, semua indeks sempat bangkit, walaupun tidak besar, setelah mendapat data positif atas sektor manufaktur dan perumahan. Namun pada sesi Kamis, indeks langsung anjlok setelah mendengar laporan tingkat pengangguran oleh Departemen Tenaga Kerja AS.

Laporan itu mengungkapkan jumlah PHK pada Juni lalu sebesar 467.000 kasus. Jumlah itu melampaui perkiraan para ekonom, yaitu 363.000 kasus. Dampaknya, tingkat pengangguran Juni lalu naik 0,1 persen, dari 9,4 persen pada Mei lalu menjadi 9,5 persen.

Apalagi juga muncul kabar tingkat pengangguran di Eropa Mei lalu mencapai rekor tertinggi dalam 10 tahun terakhir sehingga membuat jeblok indeks harga saham regional.  

Selain itu, volume perdagangan saham di Wall Street Kamis lalu berlangsung lesu, hanya melibatkan 3,56 miliar saham. Bandingkan dengan 4 miliar saham pada perdagangan sehari sebelumnya. (AP)

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ