VIVAnews - Harga minyak mentah di Asia pada Kamis 2 Juli 2009 menyentuh US$ 69 per barel. Penurunan terjadi menjelang laporan angka pengangguran di Amerika Serikat (AS).
Harga minyak mentah light sweet untuk pengiriman Agustus jatuh 14 sen ke posisi US$69,17 per barel saat tengah hari di Singapura dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, AS.
Sementara itu, harga minyak jenis Brent hari ini jatuh 9 sen ke posisi US$ 68,70 per barel. Kemarin, harga minyak mentah light sweet turun 58 sen menjadi US$ 69,31 per barel.
Pialang mengawasi laporan tingkat pengangguran untuk Juni dari Departemen Tenaga Kerja AS yang akan dirilis hari ini. Pialang mencari petunjuk apakah permintaan konsumen bisa meningkat.
Pada Mei, angka pengangguran mencapai rekor tertinggi dalam 25 tahun terakhir, yakni mencapai 9,4 persen, naik dari 8,9 persen dari bulan sebelumnya. Minyak tampaknya akan diperdagangkan antara US$ 65 per barel dan US$ 75 per barel dalam periode Juli-September.
Harga minyak disokong oleh laporan inventaris mingguan minyak mentah dari Administrasi Informasi Energi dari Departemen Energi yang menunjukkan bahwa pasokan minyak mentah anjlok lebih dari perkiraan.
Pada kurun satu pekan yang berakhir 26 Juni, stok minyak turun 3,7 juta barel. Stok minyak telah anjlok 15,8 juta barel dalam empat bulan terakhir. Ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap minyak mentah mulai meningkat. (AP)