VIVAnews - Sebagian besar indeks harga saham utama Asia menguat di akhir perdagangan Kamis sore, 2 Juli 2009. Namun transaksi di bursa relatif sepi karena para investor masih menunggu laporan data pengangguran Amerika Serikat (AS), yang akan diumumkan Kamis waktu setempat.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) jatuh 43,66 poin (0,4 persen) ke posisi 9.896,27 setelah sebelumnya sempat menguat. Di Hong Kong, indeks Hang Seng meningkat 176,91 poin (1 persen) ke posisi 18.555,64, setelah bursa saham tutup pada Rabu karena libur nasional.
Sementara itu, indeks Kospi naik 0,1 persen. Indeks saham di Australia dan Shanghai juga menguat. Sedangkan indikator saham di Thailand dan Malaysia melemah. Indeks acuan Taiwan naik 1,3 persen.
Investor menantikan data pengangguran AS yang akan diumumkan Kamis ini yang diperkirakan angka pengangguran akan tinggi.
Meningkatnya angka pengangguran dalam beberapa bulan terakhir membuat para investor cemas karena data pengangguran menunjukkan kesehatan finansial konsumen AS.
Kebiasaan konsumsi warga AS sangat penting bagi perekonomian AS dan eksportir Asia.
"Kekhawatiran terbesar adalah jika angka pengangguran meningkat hingga di atas 10 persen," kata Alex Tang, kepala penelitian di Core Pacific-Yamaichi International, Hong Kong. "Itu akan menciptakan ketidakpastian tentang pemulihan ekonomi AS," lanjut Tang. (AP)