VIVAnews - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Ban Ki-moon, mengunjungi Myanmar, Jumat 3 Juli 2009. Dalam kunjungan dua hari ke negara yang dikontrol militer tersebut, Ban akan bertemu dengan sejumlah tokoh politik partai oposisi pimpinan Aung San Kyi.
Namun, Ban tidak berencana menemui Suu Kyi, yang pada hari yang sama bakal menerima vonis dari sidang pengadilan atas kasus pelanggaran aturan tahanan rumah.
Kedatangan Ban ke Myamnar bertujuan untuk mendesak junta militer agar membebaskan semua tahanan politik, termasuk penerima Nobel Perdamaian tersebut.
Seperti dikutip dari laman surat kabar The Washington Post, juru bicara Liga Nasional Demokrasi pimpinan Suu Kyi (NLD), Nyan Win, mengatakan beberapa tokoh NLD akan bertemu Ban. "Lima anggota komite eksekutif pusat NLD akan bertemu dengan Ban Ki-moon. Namun kami belum tau detailnya," kata Nyan Win.
Dia melanjutkan, lima tokoh itu tidak termasuk Suu Kyi yang kini sedang dipenjara di Penjara Insein di Yangon. Nyan Win dan anggota lain tim hukum akan bertemu dengan perempuan berusia 64 tahun itu hari ini, satu hari sebelum sidang lanjutan Suu Kyi digelar.
Pejabat pemerintah Myanmar mengatakan, Ban juga akan bertemu dengan anggota 10 partai politik termasuk NLD, Jumat besok. Ban juga akan bertemu pimpinan junta, Jenderal Than Shwe di Naypyidaw pada hari yang sama. Kemudian Ban akan kembali ke Yangon pada Sabtu esok.