VIVAnews - Ayah Bahia Bakari, korban selamat satu-satunya dalam kecelakaan pesawat maskapai Yemenia di Comoros mengatakan putrinya tidak merasakan apa pun saat terlempar ke luar pesawat. Bahia kini sedang dirawat di rumah sakit di Moroni.
"Dia tidak merasakan apa pun dan mendadak berada dalam air," kata Kassim Bakari kepada radio Prancis RTL, Rabu 1 Juli 2009 seperti dikutip laman stasiun televisi CNN.
Kassim mengatakan Bahia masih mendengar penumpang lain bercakap-cakap sebelum pesawat jatuh. Namun pada tengah malam, Bahia tidak dapat melihat apa pun. "Dia berhasil menemukan sesuatu untuk terus mengapung," kata Kassim.
Bahia, tinggal di Marseille, lolos dari kejadian maut hanya dengan sedikit luka di wajahnya dan patah tulang bahu. Ibu Bahia, yang juga berada di dalam daftar penumpang pesawat Airbus 310 itu belum ditemukan. Bahia akan diterbangkan pulang dengan pesawat kementerian.
Dokter bedah di rumah sakit El Marouf, Moroni mengatakan kondisi Bahia telah membaik. "Nyawanya tidak terancam dan dia sangat tenang," kata Ben Imani.
Kepala tim penyelamat Comors IBrahim Abdoulazeb mengatakan selamatnya Bahia merupakan mukjizat. "Bahia bukan perenang andal," kata dia.