Dunia
Perdagangan Saham di Wall Street

Awal Triwulan Ketiga, Indeks Sedikit Naik

Namun, investor juga waspada akan muramnya laporan perkembangan tingkat pengangguran

Kamis, 2 Juli 2009, 07:11 WIB
Renne R.A Kawilarang
  (AP Photo/Alastair Grant)

VIVAnews - Semua indeks harga saham pada awal triwulan ketiga di bursa saham Wall Street, New York, menunjukkan sedikit kenaikan setelah investor antusias menyimak data terkini manufaktur dan perumahan Amerika Serikat (AS).

Namun, investor juga waspada akan muramnya laporan perkembangan tingkat pengangguran Juni lalu sehingga kenaikan harga saham relatif lemah. 

Di akhir perdagangan Rabu sore, 1 Juli 2009 waktu setempat (Kamis dini hari WIB), indeks harga saham Dow Jones naik 57,06 poin (0,7 persen) menjadi 8.504,06. Sedangkan indeks harga saham indikator Standard & Poor's 500 naik 4,01 poin (0,4 persen). Begitu pula dengan indeks harga saham teknologi Nasdaq, naik 10,68 poin (0,6 persen) menjadi 1.845,72.
 
Scott Fullman, manajer pialang dari WJB Capital Group, menilai bahwa laporan tingkat pengangguran bisa membuat indeks harga saham kembali rentan pada perdagangan di penghujung pekan, yaitu Kamis waktu setempat mengingat Jumat 4 Juli adalah hari libur Kemerdekaan AS.

Departemen Tenaga Kerja kemungkinan melaporkan kenaikan tingkat pengangguran menjadi 9,6 persen, demikian menurut proyeksi para ekonom yang disurvei Thomson Reuters. 

"Ini akan menjadi berita besar," kata Chris Johnson, pengamat dari Johnson Research Group. "Investor kini fokus pada data tingkat pengangguran," lanjut Johnson. Pasalnya, tingkat pengangguran menentukan penilaian para investor akan normal tidaknya tingkat belanja konsumen, yang menjadi motor penggerak ekonomi AS. 

Namun, kabar di lantai bursa Wall Street Rabu lalu relatif positif. Tingkat aktivitas manufaktur menjadi lebih stabil, selain itu selama empat bulan berturut-turut terjadi kenaikan penjualan rumah. Kenaikan harga saham juga didorong oleh kenaikan indeks saham di bursa Eropa, yang terpicu oleh naiknya data manufaktur di kawasan itu.

Kendati demikian, ada juga berita muram. Tingkat belanja konstruksi Mei lalu turun lebih besar dari perkiraan pasar. Selain itu, survei dari ADP National Employment Report mengungkapkan bahwa jumlah orang yang kehilangan pekerjaan dari sektor swasta Juni lalu lebih besar dari perkiraan.

Secara keseluruhan, investor masih tetap optimistis bahwa ekonomi AS akan menjadi lebih baik di akhir tahun. "Kami yakin tahap terburuk sudah berada di belakang," kata Fullman. (AP)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ