VIVAnews - Pemerintah Iran menutup Etemad-e-Melli (Amanat Nasional), surat kabar yang memiliki hubungan dengan kandidat presiden Mehdi Karroubi pada Rabu 1 Juli 2009. Karroubi merupakan salah satu kandidat yang menuding ada kecurangan dalam pemilihan presiden 12 Juni lalu.
Sehari sebelum penutupan, Karroubi menyatakan akan terus mengambil jalan berseberangan dengan pemerintahan presiden Mahmoud Ahmadinejad yang kembali terpilih memimpin Iran.
"Saya menilai pemerintahan ini tidak memiliki wewenang secara hukum, saya akan terus berjuang melawannya dengan segala cara," ujar Karroubi.
Kelompok politik Karroubi mengatakan penutupan harian mereka merupakan respons pemerintah atas sikap Karroubi tersebut.
Sementara itu, Ahmadinejad membatalkan agenda bepergian untuk menghadiri konferensi tingkat tinggi di Libia. Tidak ada alasan yang diberikan untuk pembatalan ini.
Selama dua pekan terakhir, jalanan kota-kota besar di Iran dipenuhi massa yang memrotes hasil pemilihan yang menyatakan kemenangan telak Ahmadinejad. Kelompok Federasi Hak Asasi Manusia mengungkapkan setidaknya 2.000 orang telah ditangkap. Sementara pemerintah mengatakan 17 orang pemrotes dan delapan petugas keamanan tewas dalam kerusuhan. (AP)