VIVAnews - Indeks harga saham di sejumlah bursa utama Asia menguat di akhir transaksi Rabu sore, 1 Juli 2009, setelah data terkini menunjukkan tanda-tanda dua negara ekonomi terkuat di Asia, Jepang dan China, tengah menunju pemulihan.
Investor tampak tidak terpengaruh penurunan indeks di Wall Street dini hari tadi akibat anjloknya indeks kepercayaan konsumen Amerika Serikat (AS).
Indeks Nikkei 225 (Jepang) naik 97,04 poin (1 persen) ke posisi 10.055,48 dan indeks Kospi (Korea Selatan) menguat 1,8 persen ke posisi 1.414,56. Bursa Hong Kong tutup karena hari libur nasional.
Sementara itu, indeks utama Australia turun 1,8 persen. Namun indeks saham di Taiwan menguat 2,2 persen. Kemarin, pemerintah Taiwan mengumumkan bahwa telah membuka sektor jasa dan manufaktur kepada pemerintah China.
Di daratan China, indeks gabungan Shanghai menguat 1 persen menjadi 2.989,54. Selama tahun fiskal yang berakhir Selasa, indeks Shanghai melonjak 62,5 persen.
Sektor manufaktur China meluas pada Juni lalu sehingga kian menunjukkan gejala bahwa negara ekonomi terkuat ketiga dunia itu mengalami kebangkitan dari lesunya perdagangan global.
Di Jepang, survei dari bank sentral menunjukkan kenaikan indeks kepercayaan korporat, yang tengah berjuang bangkit dari keterpurukan. Namun, peningkatannya tidak sebesar yang diperkirakan.
Selain itu sejumlah perusahaan berencana mengurangi investasi modal sehingga menimbulkan tantangan bagi Jepang yang berupaya keluar dari resesi terburuk. (AP)
• VIVAnews