VIVAnews - Meski tingkat pengangguran di Jepang meningkat, sebagian besar indeks harga saham utama di Asia menguat di akhir perdagangan Selasa sore, 30 Juni 2009.
Harga minyak juga meningkat hingga mendekati US$73 per barel. Itu termasuk harga yang tinggi dalam delapan bulan terakhir, sehingga menaikkan saham perusahaan yang bergantung pada minyak mentah.
Indeks Nikkei 225 (Jepang) menguat 174,97 poin (1,8 persen) menjadi 9.958,44. Indeks Hang Seng (Hong Kong) naik 138,79 poin (0,8 persen) ke posisi 18.667,30. Indeks (Korea Selatan) menguat 0,1 persen ke posisi 1.390,07. Sedangkan indeks acuan di Australia menguat 1,8 persen, dan indeks saham Singapura menguat 0,8 persen.
Kenaikan indeks saham di bursa Wall Street dini hari tadi juga menguatkan sentimen investor Asia sehingga membantu mengangkat bursa Asia dan memperpanjang reli yang dimulai Maret lalu dengan harapan resesi global telah berlalu.
Investor tampak tidak terganggu dengan tingkat pengangguran di Jepang, negara ekonomi terkuat dunia, yang naik menjadi 5,2 persen pada Mei, level tertinggi dalam lima setengah tahun terakhir.
"Bertambahnya pengangguran tampaknya tidak berdampak besar pada investor. Pasar [Asia] mengikuti kenaikan di bursa Wall Street di AS. Tampaknya investor masih optimistis," kata Castor Pang, analis di Sun Hung Kai Financial, Hong Kong.
Namun, dia mewaspadai kesulitan yang akan ditemui pasar Asia untuk melanjutkan reli jika data ekonomi AS menjatuhkan Wall Street. (AP)