VIVAnews - Pemerintah Irak meningkatkan pengamanan jelang penarikan mundur pasukan Amerika Serikat (AS) secara bertahap, yang akan dimulai Selasa, 30 Juni 2009 . Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki dan Poros Sunni Irak mengatakan penarikan pasukan AS merupakan titik balik bagi negaranya.
Pemerintah Irak telah menetapkan 30 Juni sebagai hari libur untuk merayakan Hari Kedaulatan Nasional. "Seluruh warga Irak merasakan bahwa 30 Juni merupakan titik balik di level masyarakat sipil, keamanan, dan politik," ujar juru bicara Poros Sunni Irak Salim al-Jubouri.
Al-Jubouri juga menyatakan kelompok teroris akan berupaya mengganggu penarikan pasukan tersebut tapi militer Irak dapat menjaga keamanan. Angkatan bersenjata menambah jumlah pos pemeriksaan dan melarang sepeda motor memasuki jalanan di Baghdad.
Sepeda motor tidak dapat memasuki Baghdad setelah kendaraan ini digunakan dalam tiga serangan terpisah yang telah menewaskan lebih dari seratus orang. Pemerintah Irak juga telah meminta agar masyarakat menghindari kerumunan.
Sementara itu sebuah serangan bom menimpa iring-iringan pasukan AS di Baghdad Timur, Minggu (28/6). Enam orang warga lokal tewas dalam kejadian ini.
Komandan AS di Irak Jenderal Ray Odierno mengatakan serangan itu bertujuan untuk mengalihkan perhatian dari kemajuan yang dilakukan militer dan pemerintah Irak. "Saya rasa kelompok ekstremis berusaha menarik perhatian kembali kepada gerakan mereka," ujar Odierno.
Odierno mengaku percaya militer Irak telah siap mengambil alih pengamanan dan saatnya telah tiba bagi pemerintah AS untuk menarik pasukannya. Sebagian besar tentara AS telah ditarik dari kawasan permukiman dan berjaga di kamp di pedalaman dan sekitar perbatasan. (AP)