Dunia
Kisruh Hasil Pemilu di Iran

Khamenei Desak Pihak Bertikai Tak Pakai Emosi

Khamenei menolak permintaan pemimpin oposisi Mousavi yang menginginkan pemilihan ulang.

Minggu, 28 Juni 2009, 18:36 WIB
Hadi Suprapto, Harriska Farida Adiati
Mir Hossein Mousavi (AP Photo/Kamran Jebreili)

VIVAnews - Pemimpin spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyerukan persatuan dan mendesak dua pihak yang bersengketa dalam polemik pasca pemilihan presiden untuk tidak mengikuti emosi mereka. 

Pidato Khamenei ditayangkan Minggu, 28 Juni 2009 di televisi pemerintah. Khamenei menolak permintaan pemimpin oposisi Mir Hossein Mousavi yang menginginkan pemilihan ulang.

Mousavi mengatakan, dia adalah pemenang sebenarnya, bukan presiden garis keras Mahmoud Ahmadinejad. Dalam beberapa hari terakhir, pemerintah semakin menekan pendukung oposisi yang menuduh terdapat berbagai kecurangan dalam pemilihan presiden 12 Juni lalu. 

Stasiun televisi setempat memberitakan Khamenei bertemu dengan pejabat pemerintah untuk mendiskusikan soal pemilihan umum. "Saya menasihati kedua pihak untuk tidak menuruti emosi anak muda atau menggerakkan orang-orang untuk melawan satu sama lain. Rakyat kita terbuat dari satu pabrik," kata Khamenei. 

Media Iran, Minggu 28 Juni 2009, memberitakan pemerintah Iran menahan delapan staf lokal Kedutaan Inggris di Teheran. Mereka dituduh berperan dalam polemik pasca pemilihan presiden. Penangkapan itu menunjukkan semakin meruncingnya protes Iran terhadap negara-negara Barat.

Kabar yang diberitakan oleh kantor berita Fars dan juga dikutip oleh media pemerintah Iran, Press TV, tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang penangkapan tersebut. Di London, Departemen Luar Negeri Inggris sedang berusaha mencari informasi lebih jauh lagi. "Kami tidak bisa mengatakan apa pun dalam situasi ini karena situasi ini jelas sangat sensitif," kata juru bicara yang tidak diungkap namanya. 

Pemerintah Iran mencoba mendiskreditkan pendukung oposisi dengan menuduh mereka disetir pihak Barat. Inggris, sebagai mantan penguasa kolonial, menjadi target utama. Pekan lalu, Iran mengusir dua diplomat Inggris, dan Inggris juga memulangkan diplomat Iran. Iran juga mengatakan sedang menimbang untuk menurunkan hubungan diplomatik dengan Iran. (AP)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
umar
28/06/2009
sukses, setelah gagal menekan iran dengan embargo ekonomi terkait program nuklirnya barat kembali mengacak-acak dalam negeri iran dengan sengketa pilpresnya, barat tahu itu alat untuk menekan iran, dengan adu domba mereka bisa memetik hasilnya iran akan r
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ