VIVAnews - Media Iran, Minggu 28 Juni 2009, memberitakan bahwa pemerintah Iran menahan delapan staf lokal Kedutaan Inggris di Teheran.
Mereka dituduh berperan dalam polemik pasca pemilihan presiden. Penangkapan itu menunjukkan semakin meruncingnya protes Iran terhadap negara-negara Barat.
Kabar yang diberitakan kantor berita Fars dan juga dikutip media pemerintah Iran, Press TV, tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang penangkapan tersebut. Di London, Departemen Luar Negeri Inggris sedang berusaha mencari informasi lebih jauh. "Kami tidak bisa mengatakan apa pun dalam situasi ini, karena situasi ini jelas sangat sensitif," kata juru bicara yang tidak diungkap namanya.
Pemerintah Iran mencoba mendiskreditkan pendukung oposisi dengan menuduh mereka disetir pihak Barat. Inggris, sebagai mantan penguasa kolonial, menjadi target utama. Pekan lalu, Iran mengusir dua diplomat Inggris, dan Inggris juga memulangkan diplomat Iran. Iran juga mengatakan sedang menimbang untuk menurunkan hubungan diplomatik dengan Iran.
Jumat lalu, tokoh Islam Iran, Ahmed Khatami, mengecam Inggris. "Dalam konflik ini, orang Inggris berlaku sangat merugikan dan adil saja untuk menambahkan slogan 'down with England' dalam slogan 'down with USA," katanya.
Amerika Serikat dan Eropa sangat vokal mengecam Iran. Para pemimpin Iran membalas dengan retorik kemarahan, dan konfrontasi itu tampaknya melenyapkan harapan diadakan dialog baru seperti yang diinginkan Presiden Barack Obama saat memangku jabatan. (AP)