VIVAnews - Harga minyak mentah terus menguat setelah para investor melihat tanda-tanda naiknya tingkat permintaan minyak mentah dan pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS).
Harga minyak mentah light sweet untuk pengiriman Agustus meningkat 39 sen menjadi US$ 70,62 per barel dalam transaksi elektronik di bursa NYMEX New York Jumat siang waktu Singapura.
Dini hari tadi, harga minyak di bursa NYMEX menguat US$ 1,56 menjadi US$ 70,23 per barel. Sementara itu, harga minyak Brent menguat 42 sen menjadi US$ 70,20 per barel di ICE Futures, London, Inggris.
Sentimen para investor sejak kemarin menguat berkat laporan penerimaan yang lebih baik dari perkiraan dari perusahaan perumahan Lennar Corp. dan produsen furnitur rumah Bed Bath & Beyond Inc. Ini membuat indeks saham industri Dow Jones naik 2,1 persen, dan sebagian besar indeks saham di Asia meningkat di awal transaksi Jumat pagi tadi.
Namun, Departemen Tenaga Kerja melaporkan, jumlah warga AS yang mengajukan tunjangan pengangguran meningkat melebihi perkiraan pada pekan lalu.
Jumlah orang yang meminta tunjangan pengangguran meningkat menjadi 627 ribu orang, level tertinggi dalam lebih dari satu bulan ini.
"Masih panjang yang harus ditempuh untuk keluar dari resesi ini," kata Christoffer Moltke-Leth, kepala perdagangan untuk Saxo Capital Markets, Singapura. "Faktor fundamental pasokan dan permintaan harus kembali berperan," lanjutnya. (AP)