VIVAnews - Para investor saham di Asia menyambut baik laporan dari Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, dini hari tadi bahwa laju pertumbuhan ekonomi negatif ekonomi Negeri Paman Sam kini mulai melambat dan risiko inflasi sangat kecil.
Itulah sebabnya semua indeks harga saham di sejumlah bursa utama Asia pada akhir perdagangan Kamis sore, 25 Juni 2009, mengalami kenaikan. Indeks di bursa saham Tokyo dan Hong Kong naik lebih dari dua persen, masing-masing ke level 9.796,08 dan 18.264,39 poin.
Begitu pula dengan indeks di bursa Seoul, naik 2,1 persen menjadi 1.392,73 poin setelah pemerintah Korea Selatan sebelumnya menproyeksikan badai resesi tahun ini akan mereda. Indeks saham di bursa Shanghai dan Singapura masing-masing naik 0,2 persen dan 1 persen. Begitu pula dengan indeks di Australia, naik 1,3 persen.
Reaksi para investor di Asia itu berbeda dengan sentimen dari bursa Wall Street dini hari tadi, yang kurang puas dengan laporan The Fed sehingga pergerakan indeks berjalan tidak signifikan.
Investor Asia cukup senang dengan pernyataan The Fed bahwa kenaikan harga di AS untuk sementara waktu dapat ditekan. Pernyataan itu bisa mengobati kekhawatiran bahwa program stimulus pemerintah AS dan kucuran likuiditas ke sistem keuangan senilai trilunan dolar bisa memicu inflasi - yang dapat menghambat pemulihan karena tingkat suku bunga konsumen langsung naik.
Para investor di Asia juga puas dengan keputusan The Fed yang tidak merubah tingkat suku bunga acuan, yaitu antara 0 - 0,25 persen. "Pesan dari The Fed adalah bahwa ekonomi telah melewati titik terendah, namun masih cukup dalam," kata Song Sen Wun, pengamat dari CIMB di Singapura.
"Pasar masih sangat rentan dan sangat mudah terpengaruh atas penafsiran berita terkini. Suatu hari gelasnya setengah penuh, namun di hari lain setengah kosong," lanjut Song sambil memberi perumpamaan.
Harga saham perusahaan teknologi di Asia juga meningkat setelah raksasa piranti lunak asal AS, Oracle Corp., melaporan pendapatan yang nilainya lebih besar dari perkiraan pada triwulan terakhir tahun fiskalnya.
Di Tokyo, harga saham Toshiba naik 3,2 persen, sedangkan di Seoul harga saham Samsung Electronics juga naik, yaitu 2,4 persen. (AP)