VIVAnews - Hasil rapat pimpinan Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, ternyata tidak banyak merubah sentimen pelaku pasar saham di Wall Street, New York. Indeks harga saham industri Dow Jones bahkan sedikit melemah, sedangkan indeks harga saham indikator Standard & Poor's (S&P500) juga tidak mengalami kenaikan signifikan.
Di akhir perdagangan Rabu sore waktu setempat (Kamis dini hari WIB), indeks Dow turun hanya 0,3 persen atau 23,05 poin ke level 8.299,86. Ini sudah empat hari indeks Dow mengalami penurunan, yang totalnya sudah sebesar 3 persen.
Sedangkan indeks S&P 500 hanya naik 5,84 poin (0,7 persen) menjadi 900,94. Baru kali ini indeks S&P500 menembus level 900 sejak Jumat pekan lalu.
Kenaikan yang lumayan justru dialami indeks harga saham teknologi Nasdaq, yaitu 27,42 poin (1,6 persen) menjadi 1.792,34, menyusul positifnya laporan pendapatan produsen piranti lunak Oracle Corp. yang nilainya melebihi prediksi.
Lesunya respon investor atas hasil rapat The Fed terlihat setelah keputusan bank sentral itu ternyata sudah mereka antisipasi. Misalnya, tingkat suku bunga utama tidak berubah - tetap dalam pagu 0 - 0,25 persen.
Masalahnya, investor berharap The Fed juga melakukan aksi penyelamatan lebih lanjut demi pemulihan ekonomi AS dan tidak sebatas mempertahankan tingkat suku bunga. Pelaku pasar juga berharap agar The Fed juga mengumumkan langkah-langkah mengatasi potensi naiknya inflasi. Namun harapan itu tidak dalam pengumuman The Fed.
"The Fed masih bersikukuh bahwa bantuan yang telah mereka berikan selama ini sudah cukup menjamin adanya pemulihan ekonomi, namun di saat yang sama mereka juga berupaya memupus kekhawatiran bahwa mereka tidak akan membiarkan inflasi kembali naik," kata Bruce McCain, manajer pialang dari Key Private Bank di Cleveland.
Namun, The Fed telah yakin bahwa ekonomi AS tidak akan lagi tergelincir drastis seperti yang terjadi dalam beberapa bulan lalu. Menurut The Fed, tingkat belanja konsumen sudah menunjukkan gejala stabil kendati tingkat pengangguran masih tinggi, disertai dengan kendala penurunan pendapatan dan kesulitan kredit.
Kendati mengakui bahwa aktivitas ekonomi AS untuk sementara waktu masih lemah, The Fed kembali menegaskan keyakinannya bahwa kebijakan-kebijakan stimulus yang telah keluar akan memulihkan ekonomi kembali ke pertumbuhan positif. (AP)