Dunia
Kirsuh Hasil Pemilu

Saling Usir Diplomat, Iran-Inggris Merenggang

Parlemen Iran menyikapi pengusiran dengan menggelar rapat meninjau hubungan dengan Inggris

Rabu, 24 Juni 2009, 14:32 WIB
Renne R.A Kawilarang, Shinta Eka Puspasari
Polisi Inggris membekuk demonstran di depan Konsulat Iran di London (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

VIVAnews - Pemerintah Inggris (Britania Raya) telah mengusir dua diplomat Iran, menyusul pengusiran dua diplomat Inggris dari Teheran. Sebelumnya pemerintah Iran menuding Inggris dan media asing memperkeruh keadaan pasca pemilihan presiden 12 Juni lalu.

Perdana Menteri Inggris Gordon Brown menyatakan tuduhan itu tidak beralasan. "Kami menginginkan hubungan yang baik dengan Iran dan kami juga menghormati hak rakyat Iran untuk memilih pemimpinnya," kata Brown kepada stasiun televisi BBC, Rabu 24 Juni 2009.

Brown menyatakan Inggris tidak menginginkan Iran dijauhi dunia. Namun Brown menegaskan bahwa Inggris merasa wajib mengecam setiap tanda represi atau kekerasan yang menimpa warga biasa di jalanan.

Komisi Kebijakan Luar Negeri di parlemen Iran menyikapi pengusiran ini dengan menggelar rapat mempertimbangkan hubungan yang telah ada dengan Inggris. Pertemuan itu dihadiri Menteri Luar Negeri Manuchehr Mottaki. Media Iran mengabarkan bahwa keputusan dalam pertemuan itu akan segera diumumkan.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ