Dunia
Perdagangan Saham di Wall Street

Investor Menanti Rapat Bank Sentral AS

Bank Sentral akan memaparkan proyeksi ekonomi AS dan menetapkan tingkat suku bunga

Rabu, 24 Juni 2009, 07:08 WIB
Renne R.A Kawilarang
  (AP Photo/Richard Drew)

VIVAnews - Investor di bursa saham Wall Street, New York, kini tengah menanti hasil rapat pimpinan Bank Sentral AS, The Fed. Itulah sebabnya mereka menahan diri untuk melakukan transaksi besar-besaran sehingga semua indeks harga saham di akhir perdagangan Selasa sore waktu setempat (Rabu dini hari WIB) tidak mengalami gejolak berarti setelah sehari sebelumnya diguncang penurunan lebih dari 2 persen - terburuk dalam dua bulan terakhir. 

Indeks harga saham industri Dow Jones hanya melemah 16,10 poin (0,2 persen) menjadi 8.322,91. Begitu pula dengan indeks harga saham indikator Standard & Poor's 500, turun hanya 2,06 poin (0,2) persen menjadi 895,10. Sedangkan indeks harga saham teknologi Nasdaq turun 1,27 poin (0,1 persen) menjadi 1.764,92.

Pelaku pasar menunggu hasil rapat pimpinan The Fed selama dua hari yang dimulai Selasa pagi waktu Washington DC. Mereka akan memaparkan proyeksi ekonomi AS dan memutuskan jadi tidaknya merubah tingkat suku bunga.
 
The Fed diharapkan tetap mempertahankan suku bunga yang saat ini mendekati 0 persen. Namun para investor kurang yakin akan seberapa optimistis para penentu kebijakan dalam memprediksi kondisi ekonomi yang dapat mempengaruhi penetapan suku bunga. Investor juga bertanya-tanya apakah The Fed justru akan menaikknya suku bunga pada akhir tahun untuk menahan inflasi.

Bagi para investor, pemaparan The Fed pekan ini termasuk salah satu indikator penting. Itulah sebabnya mereka tidak begitu terpengaruh atas laporan positif dari National Association of Realtors bahwa tingkat penjualan rumah lama selama bulan Mei naik 2,4 persen.

Namun kenaikan penjualan itu lebih kecil dari perkiraan para ekonom, yang mentargetkan 2,8 persen. Kenaikan 2,4 persen juga belum cukup meredakan kekhawatiran atas buruknya perkembangan tingkat pemesanan barang, penjualan rumah baru, dan belanja konsumen - yang akan diumumkan Jumat esok. 

"Kenaikan dalam jumlah segitu tidak bisa mempengaruhi banyak pembeli," kata Jim Herrick, pialang dari Baird & Co. (AP)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ