VIVAnews - Aksi 'pita hijau' yang dilakukan oleh tujuh pemain Iran saat timnya berhadapan dengan Korea Selatan, pekan lalu berbuntut panjang. Dua diantarnya bahkan dipecat karena dianggap ikut mendukung aksi protes yang dilakukan kubu Mir Hossain Mousavi.
Dua pemain tersebut adalah Ali Karimi (31) dan Mehdi Mahdavikia (32). Keduanya merupakan pemain yang ikut menggunakan pita hijau pada kualifikasi Piala Dunia (PD) 2010 kontra Korea Selatan.
Mousavi merupakan calon presiden Iran yang kalah dalam pemilihan umum. Mousavi melancarkan protes atas dugaan kecurangan yang terjadi pada proses pemilu, 12 Juni lalu. Aksi ini belakangan berubah menjadi kerusuhan dan telah memakan korban jiwa.
Dalam setiap kampanyenya, Mousavi identik dengan warna hijau seperti warna pita yang digunakan oleh beberapa pemain Iran tersebut. Pita tersebut mereka gunakan sepanjang babak pertama sebelum beberapa pemain meminta mereka mencopotnya di babak kedua.
Menurut situs sportsillustrated.cnn.com, Rabu, 24 Juni 2009, beberapa media di Teheran menyebutkan keduanya mundur dari timnas karena faktor usia. Namun beberapa media lainnya justru berpendapat pemecatan kedua pemain itu terkait dengan aksi pita hijau yang mereka lakukan saat bertemu Korea Selatan.
Mahdavikia merupakan salah seorang pahlawan sepakbola Iran. Dia terkenal setelah golnya berhasil menyingkirkan Amerika Serikat pada kualifikasi Piala Dunia 1998. Rekannya, Karimi juga merupakan bintang lapangan hijau yang saat ini merumput untuk Bayern Munich.