Dunia

Harga Minyak Belum Beranjak dari US$ 67

Kemarin, harga minyak jatuh US$2,52 menjadi US$67,50 per barel.

Selasa, 23 Juni 2009, 18:48 WIB
Heri Susanto, Harriska Farida Adiati
kilang minyak offshore (orrtextile.com)

VIVAnews - Harga minyak masih belum bisa bangkit dari bawah US$67/barel di Asia, Selasa 23 Juni 2009. Para pialang terpengaruh laporan Bank Dunia, yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global tahun ini justru bakal anjlok 2,9 persen - yang merupakan revisi dari kemerosotan 1,7 persen dalam proyeksi Maret lalu.

Harga minyak mentah light sweet untuk pengiriman Agustus jatuh 52 sen menjadi US$66,98 per barel pada pantauan tengah hari di Singapura dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, Amerika Serikat. Kemarin, harga minyak jatuh US$2,52 menjadi US$67,50 per barel. Sementara itu, harga minyak Brent jatuh 58 sen menjadi US$66,40 per barel di bursa London, Inggris.

Bank Dunia juga menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk 2010 menjadi 1,7 persen dari 2,0 persen. Proyeksi Bank Dunia juga memukul para pelaku saham di bursa Wall Street, New York, AS, dan juga pelaku saham di bursa Asia.

Itulah sebabnya semua indeks harga saham di Wall Street pada akhir perdagangan Senin sore waktu setempat (Selasa dini hari WIB) anjlok lebih dari 2 persen. Ini merupakan penurunan terbesar dalam dua bulan terakhir. Sementara pada Selasa sore, 23 Juni 2009, indeks harga saham acuan di Tokyo, Hong Kong, dan di bursa-bursa lain ramai-ramai turun sekitar 3 persen. (AP)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ